Buntut 130 Sopir Truk Sampah DLH Mogok Kerja, Komisi III DPRD Kota Bogor: Harus Dikaji Kembali

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) soroti kinerja persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bogor Bambang Dwi Wahyono dijumpai usai rapat kerja bersama DLH di ruang Komisi III, Senin (27/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) soroti kinerja persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Hal ini buntut dari mogoknya 130 sopir truk sampah DLH Kota Bogor beberapa waktu lalu yang menuntut biaya tambahan operasional.

“Intinya memang harus dikaji kembali berkaitan dengan tupoksi mereka. Penyelenggaraan program persampahan,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bogor Bambang Dwi Wahyono dijumpai TribunnewsBogor.com usai rapat kerja bersama DLH di ruang Komisi III, Senin (27/5/2024).

Bambang menjelaskan, permasalahan sampah ini bukan hanya di armada serta sopir atau driver pengangkutan sampah saja.

“Tapi ini harus dilakukan secara komprehensif berkaitan dari hulu ke hilir penanganan persampahan itu harus dikaji kembali program-programnya seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Deni Wismanto mengatakan, bahwa DLH mempunyai target pengurangan sampah di Kota Bogor.

Komisi III DPRD Kota Bogor pun mendukung upaya yang dilakukan oleh DLH.

“Upaya pengurangan sampah yang harus dioptimalkan. Kita punya target pengurangan sampah, yaitu harus ditingkatkan lagi,” kata Deni.

Untuk biaya operasional tambahan, sambung Deni, sudah dilakukan pembahasan dan saat ini sudah berjalan.

“Itu sudah sama Pak Pj. Insya Allah itu sudah jalan. Prinsipnya mereka mendukung. Upaya pengolahan sampah kan itu bagian dari prioritas,” jelasnya.

Untuk armadanya sendiri diakui Deni akan ada peremajaan sebab sejauh ini armada sampah di DLH berumur tua.

“Iya insya Allah kan peremajaan, bukan nambah ya, tapi peremajaan kendaraan yang sudah tua. Itu pasti butuh,” tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved