Buron Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Rintihan Adik Lihat Eka Dihajar Polisi Gegara Kasus Vina, Tahanan Dilepas Disuruh Ikut Pukuli

Sambil merintih menahan perih dan sakit, Aldi menyaksikan kakaknya Terpidana Eka Sandi dihajar habis-habisan di kantor Polisi tahun 2016 silam

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
Kolase Facebook/Uya Kuya TV
Aldi, adik terpidana Eka Sandi di kasus Vina Cirebon meneteskan air matanya ketika menceritakan kejadian pahit soal penangkapan kakaknya tahun 2016 silam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sambil merintih menahan perih dan sakit, Aldi menyaksikan kakaknya Terpidana Eka Sandi dihajar habis-habisan di kantor Polisi tahun 2016 silam.

Ingatan ini terus terngiang di kepala Aldi menjadi kenangan pahit di hidupnya.

Tanpa sadar, Aldi meneteskan air matanya ketika mengingat-ingat kembali momen terburuk dalam hidupnya itu.

Sebab kasus Vina Cirebon membuat keluarganya terpukul hebat.

Pihak Keluarga Eka Sandi, salah satu terpidana kasus Vina Cirebon yang kini masih dalam penjara akhirnya buka suara.

Keluarga Terpidana Eka Sandi memberikan pengakuan mengejutkan terkait penangkapan tahun 2016 silam.

Rupanya Eka Sandi dan juga adiknya, Aldi turut dipukuli di kantor polisi usai tiba-tiba ditangkap oleh Polisi berpakaian preman.

Aldi sendiri mengaku kala itu ditangkap saat berada di sekitaran SMP 11 Cirebon.

"Lagi anter motor langsung dipukul, langsung dimasukin mobil, udah di dalem mobil juga dipukulin," kata Aldi dalam tayangan Youtube Uya Kuya TV, Rabu (26/6/2024).

Aldi mengaku bahwa dirinya dipukuli dan disuruh mengaku, namun dia bersikukuh karena merasa tidak ikut membunuh Vina dan Eky.

Dia mengaku dipukuli hingga babak belur bahkan rambutnyapun dibakar.

Baca juga: Pusaran Kasus Vina Cirebon, Ayah Kandung Pegi Terancam Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Tak Tinggal Diam

"Tahanin dilepasin pada disuruh mukulin," kata Aldi.

Namun apa yang dialami kakaknya, Terpidana Eka Sandi, menurutnya lebih parah.

Orang yang memukili Eka Sandi lebih banyak lagi.

Sambil menahan sakit yang dia alami, Aldi hanya bisa meringis melihat kakaknya dipukuli habis-habisan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved