Gandeng Budayawan, Komunitas Seba Lahirkan 30 Lengser Cilik di Hari Jadi ke-46 Desa Purwasari Bogor

Komunitas Seba bersama para seniman menggelar workshop kesenian lengser yang diikuti oleh kalangan pelajar.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Penampilan lengser cilik pada hari jadi Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/7/2024). (Muamarrudin Irfani)     

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Komunitas Seni Berbagi ( Seba ) menggandeng budayawan untuk menyemarakkan hari jadi ke-46 Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ketua Komunitas Seba, Asep Saepudin mengatakan, pihaknya dalam hal ini berperan sebagai fasilitator bagi para seniman dari Bogor maupun luar Bogor yang ingin berkreasi.

"Seba itu istilahnya mengorganize, memberikan ruang kepada teman-temen seniman dan budayawan untuk bergabung mengadakan kegiatan tekait kesenian dan kebudayaan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (20/7/2024).

Dalam kegiatan ini, Komunitas Seba bersama para seniman menggelar workshop kesenian Lengser yang diikuti oleh kalangan pelajar.

Ia mengatakan, dalam waktu singkat yaitu dalam sehari dapat melahirkan sebanyak 30 Lengser cilik yang mampu tampil pada puncak perayaan hari jadi Desa Purwasari.

Menurutnya, kesenian Lengser cukup mudah untuk dilakukan karena hanya membutuhkan makeup, kostum, serta gerakan yang tak begitu sulit.

Ia mengatakan, regenerasi sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian budaya dan juga tradisi.

"Memang sebenarnya itu sangat simpel dilalukan satu hari pun kita bisa menghasilkan 30 Lengser, kebayang kalau dilakukan 1.000 hari, sudah 30.000 Lengser," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Perlindungan Kebudayaan pada Kemendikbud Ristek, Yudi Wahyudin mengapresiasi langkah yang dilakukan Komunitas Seba.

Ia menyebut langkah yang dilakukan Komunitas Seba merupakan bentuk pelestarian terhadap budaya.

"Bukan masalah besar kecilnya tapi kebersamaanyanya itu dan lambat laun kalau proses ini dikawal terus menerus saya yakin ada hasilnya, karena butuh proses yang tidak bisa pragmatis," katanya.

Sementara itu, ia mengatakan pemerintah sangat mendukung lembaga yang berperan aktif dalam melestarikan seni dan budaya untuk memperkuat ekosistem.

Menurutnya yang saat ini diperlukan adalah kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan geliat kebudayaan di wilayah masing-masing.

"Setiap wilayah punya potensi itu, tinggal bagaimana kita bergotong royong sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing untuk sinergi melakukannya," ucapnya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved