Bawa 8 Tuntutan, Ini Alasan Mahasiswa dan PKL Puncak Usir Asmawa Tosepu dari Kabupaten Bogor
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor.
Puluhan massa aksi menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.
Poster-poster bernada kritik keras, aksi bakar ban, hingga jebol pagar komplek Pemerintah Kabupaten Bogor pun dilakukan dalam aksi unjuk rasa ini.
Dalam aksinya, mahasiwa membawa delapan poin tuntutan di antaranya menghentikan perilaku yang dinilai serampangan dan ugal-ugalan yang dilakukan oleh Pj Bupati Bogor dalam mengelola Pemerintah di Kabupaten Bogor.
Kemudian menghentikan Konawe Connection dengan adanya indikasi purnaisme STPDN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Lalu meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa Pj Bupati Bogor dalam kegiatan liburan terpimpin dengan agenda reuni STPDN di Highland Park.
Meminta Inspektorat untuk melakukan audit investigasi kegiatan Pj Bupati Bogor yang berlokasi di Labuan Bajo.
Selain itu massa aksi juga meminta Pj Bupati Bogor untuk pulang ke Kendari karena dinilai hanya membuat kisruh dengan kebijakannya melakukan penggusuran secara paksa terhadap PKL Puncak Bogor.
Massa aksi juga menilai Pemerintah Kabupaten Bogor gagal dalam mengelola persoalan truk tambang di wilayah Kecamatan Parungpanjang.
Selain itu, massa aksi juga meminta Pj Bupati Bogor pulang ke Kendari karena menurutnya terindikasi melakukan perilaku asusila kepada para ASN perempuan dengan janji-janji promosi jabatan.
Tuntutan lainnya adalah meminta Pj Bupati Bogor pulang ke Kendari, karena dinilai memaksakan kegiatan pemecahan Rekor Muri untuk nasi liwet,
namun tidak membuahkan hasil sehingga memarahi para Kepala Desa dan Camat-camat dalam kegiatan tersebut.
"Kami selaku Himpunan Mahasiswa Islam MPO Cabang Kabupaten Bogor menuntut keras agar copot Pj Bupati Bogor dan pulangkan ke Kendari," ujar Ketua HMI MPO Cabang Kabupaten Bogor, Al Aziz Jaya Wiguna, Jumat (6/9/2024).
Selain mahasiswa, aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh pedagang kaki lima di kawasan Puncak Bogor khususnya Warpat yang terdampak penggusuran.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Kabupaten Bogor
unjuk rasa
Kantor Bupati Bogor
massa aksi
Pemerintah Kabupaten Bogor
Pj Bupati Bogor
Asmawa Tosepu
penggusuran
PKL
Puncak Bogor
| Diguyur Hujan 3 Jam, Warga Tenjo Bogor Dilanda Banjir Setinggi 1 Meter, Balita Dilarikan ke RS |
|
|---|
| Prediksi Cuaca Kabupaten Bogor Kamis 30 April 2026, Didominasi Berawan, Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| Baru 25 dari Target 189 yang Beroperasi, Pemkab Bogor Genjot Realisasi Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Bersurat ke PT KAI, Pemkab Bogor Siap Biayai Pembangungan Palang Perlintasan Kereta Sebidang |
|
|---|
| Sopir Taksi Green SM Ditemukan Tewas di Cileungsi Bogor, Bibir dan Hidung Mengeluarkan Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Aksi-unjuk-rasa-mahasiswa-dan-PKL-Puncak-di-depan-kantor-Bupati-Bogor.jpg)