Angkat Bicara Penataan Kawasan Puncak Bogor, Calon Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Harus Diperindah

Dedi Mulyadi setuju dengan kawasan Puncak Bogor yang harus dikembalikan ke area hijau seperti puluhan tahun lalu.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengunjungi wilayah Desa Wates, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/9/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait penataan kawasan Puncak Bogor.

Dedi Mulyadi nampaknya setuju dengan kawasan Puncak Bogor yang harus dikembalikan ke area hijau seperti puluhan tahun lalu.

Di samping itu menurutnya orang-orang yang berinvestasi di Puncak Bogor juga tidak boleh mengganggu konservasi.

"Kita paham bahwa Puncak itu adalah area yang indah, karena itu area yang indah maka harus diperindah. Karena tidak boleh mengganggu konservasi, semuanya harus ditata dengan baik," ujarnya kepada wartawan di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jumat (14/9/2024).

Calon kepala daerah yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu juga sepakat bahwa para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak penertiban harus mendapatkan tempat relokasi.

Di sisi lain, kata dia, perilaku dari para pedagang pun harus diubah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang diberikan gratis oleh pemerintah.

Sebab menurutnya permasalahan yang acap kali terjadi ketika pemerintah memberikan fasilitas gratis kepada masyarakat adalah pengelolaan berkelanjutan yang terabaikan, salah satunya adalah kebersihan.

"Nah ini kan perlu kedua-duanya harus saling memiliki rasa kepemilikan, ketika Pemprov misalnya ke depan memiliki rasa memiliki terhadap tanah, air, udara dan mataharihya, masyarakat lingkungannya, masyarakat juga saat diberi fasilitas harus juga memiliki rasa kepemilikan," katanya.

Baginya hal tersebut bukanlah merupakan barang baru, sebab, ia mengaku pernah menangani persoalan serupa ketika mengurus Purwakarta.

Untuk itu, ia berharap para pedagang bisa memanfaatkan fasilitas dari pemerintah untuk kemaslahatan bersama.

"Sehingga ke depan ketika pemerintah memberikan fasilitas kios, kemudian unit layanan untuk masyarakat sehingga pengunjungnya jadi banyak, harusnya harganya semakin murah dan kualitasnya semakin bagus, mentaliti harus diubah," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved