Atasi Stunting Lewat Posyandu, Ternyata Bisa Dicegah Sejak Usia Remaja

Posyandu berperan dalam penanggulangan stunting dengan melakukan upaya pencegahan dan juga penanganannya.  

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
Ist
Peran posyandu dalam penanggulangan stunting dengan melakukan upaya pencegahan dan juga penanganannya.   

Pemerintah menetapkan target prevalensi stunting menurun hingga 14% pada tahun 2024.

Strategi penanggulangan untuk percepatan penurunan stunting di Kota Bogor adalah dengan konsep pencegahan pada masa 1000 HPK bahkan sejak remaja dan alon pengantin serta penanganan pada balita stunting.

Dilaksanakan dengan  konvergensi multisektor melalui intervensi spesifik dan sensitif secara sinergitas, terpadu, berjenjang melalui pendekatan Continuum of Care sesuai siklus hidup.

Dalam upaya pencegahan stunting, kader posyandu sebagai penyuluh dan penggerak masyarakat melakukan edukasi atau penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Edukasi lingkungan sehat dan pencegahan penyakit, melakukan skrining kesehatan, deteksi faktor resiko, menggerakkan sasaran untuk diimunisasi serta memantau pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil.

Upaya peningkatan  pengetahuan masyarakat melalui edukasi juga dapat dilaksanakan oleh kader posyandu bersama petugas kesehatan di kelas Ibu hamil,  kelas ibu balita, kelas ASI, atau kelas gizi. 

Sedangkan dalam upaya penanganan stunting, kader posyandu melakukan rujukan untuk sasaran yang terdeteksi bermasalah gizi ke tenaga kesehatan, melakukan pemantauan berkala pada sasaran bermasalah gizi yang sudah ditatalaksana atau dilakukan pengobatan oleh Puskesmas atau Rumah Sakit, mendistribusikan serta memantau Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil bermasalah gizi.

Dalam penanggulangan stunting, posyandu melaksanakan pelayanan rutin setiap bulan pada Hari Buka Posyandu dengan 5 langkahkegiatan,untuk sasaran ibu hamil, balita, remaja dan calon pengantin, meliputi :

  • Langkah 1 pendaftaran.
  • Langkah 2 penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan/tinggi badan, pengukuran Lingkar Lengan Atas, pengukuran tekanan darah.
  • Langkah 3 pencatatan dengan plotting hasil pengukuran untuk mengetahui status gizi dan kesehatan sasaran.
  • Langkah 4pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pemberian Tablet Tambah Darah, Vitamin A, obat cacing, validasi sasaran bermasalah gizi oleh tenaga kesehatan .
  • Langkah 5 penyuluhan atau edukasi seperti tentang konsumsi gizi seimbang, Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), rujukan ibu hamil dan balita bermasalah gizi, pola hidup sehat remaja dan calon pengantin, edukasi kesehatan lingkungan, dan sebagainya, sesuai kondisi yang ditemukan pada sasaran.

Di Kota Bogor, posyandu juga melaksanakan 2 langkah tambahan yaitu Langkah 6 dan Langkah 7 ,yang dapat dilakukanbaik di Hari Buka Posyandu maupun diluar Hari Buka Posyandu, meliputi :

  • Langkah 6 cegah stunting dengan intervensi sensitif oleh sektor di luar kesehatan, seperti pemenuhan jaminan sosial kesehatan /JKN BPJS  oleh Dinas Sosial,  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman, Pembinaan Keluarga Risiko Stuntingoleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
  • Langkah 7 ketahanan keluarga seperti layanan konselor psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  pemenuhan hak sipil masyarakat, layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil, edukasi pola asuh anak dan remaja oleh  Pokja 1 PKK, pemanfaatan pekarangan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan lain sebagainya.

Diluar Hari Buka Posyandu, kader juga melakukan pelayanan kepada sasaran melalui kegiatan kunjungan rumah.

Kunjungan rumah dilakukan untuk memantau status kesehatan secara menyeluruh, sertasebagai salah satu upaya agar mendapat gambaran status kesehatan masyarakat secara utuh di wilayahnya.

Posyandu memiliki  peran yang sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pelayanan posyandu untuk menciptakan Generasi Emas di Tahun 2045.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved