Atasi Stunting Lewat Posyandu, Ternyata Bisa Dicegah Sejak Usia Remaja

Posyandu berperan dalam penanggulangan stunting dengan melakukan upaya pencegahan dan juga penanganannya.  

Editor: Tsaniyah Faidah
Ist
Peran posyandu dalam penanggulangan stunting dengan melakukan upaya pencegahan dan juga penanganannya.   

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dalam upaya penguatan sistem kesehatan nasional, Kemenkes RI telah menetapkan 6 pilar transformasi kesehatan.

Yakni transformasi pelayanan kesehatan primer, transformasi pelayanan kesehatan rujukan,  transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Pilar pertama transformasi kesehatan Indonesia yaitu transformasi Layanan Kesehatan Primer.

Implementasinya berfokus pada peningkatan aktivitas promotif dan preventif untuk mendorong lebih banyak orang menjadi lebih sehat, meningkatkan skrining kesehatan, dan meningkatkan kapasitas layanan primer.

Pada pelaksanaannya dapat dijabarkan menjadi 4 hal, yaitu:

  • Edukasi Penduduk, dengan melakukan penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan, menggunakan platform digital dan tokoh masyarakat.
  • Pencegahan Primer, dilakukan dengan melakukan penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen dan perluasan cakupan di seluruh Indonesia.
  • Pencegahan Sekunder, dengan melakukan skrining 14 penyakit penyebab kematian tertinggi di tiap sasaran usia, skrining, stunting, dan peningkatan Antenatal Care (ANC) untuk kesehatan ibu dan bayi.
  • Meningkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Layanan Primer, dengan melakukan revitalisasi network dan standarisasi pelayanan di Puskesmas, posyandu, dan kunjungan Rumah.

Integrasi Layanan Primer (ILP) diterapkan dengan berfokus pada 3 hal yaitu pelayanan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan, pendekatan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, serta penguatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).

Salah satu perubahan layanan kesehatan yang terjadi pada era ILP adalah layanan Posyandu.

Kota Bogor memiliki 25 Puskesmas dan 31 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sudah menerapkan ILP, juga terdapat 983 posyandu dengan jumlah kadersebanyak 7.791 orang,tersebar di 6 kecamatan dan 68 kelurahan. 

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa atau Kelurahan yang dikelola dan diselenggarakan oleh masyarakat, di era ILP ini dilaksanakan minimal oleh 5 kader kesehatan yang didampingi petugas kesehatan.

Dimana layanannya terintegrasi untuk semua usia (siklus hidup) mulai dariibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, anak usia pra sekolah, remaja,usia produktifsampai lanjut usia.

Posyandu berperan dalam penanggulangan stunting dengan melakukan upaya pencegahan dan juga penanganannya.  

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penyebab lainnya adalah pola asuh,  pola makan dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.

Stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas Sumber Daya Manusia sehingga bonus demografi tidak termanfaatkan dengan baik.

Data stunting di Kota Bogor berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yaitu 18,2 persen,mengalami penurunan sebanyak 0,5?ri tahun sebelumnya yaitu 18,7%.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved