Pilwalkot Bogor 2024

Wani Hepi di Bubulak Bogor, Cawalkot Sendi Dikerubungi Emak-Emak, Janjikan Program Seragam Gratis

calon Wali Kota Bogor nomor urut 1 Sendi Fardiansyah kampanye di kawasan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Selasa (22/10/2024).

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Calon Wali Kota Bogor nomor urut 1 Sendi Fardiansyah kampanye di kawasan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Selasa (22/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - calon Wali Kota Bogor nomor urut 1 Sendi Fardiansyah kampanye di kawasan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Selasa (22/10/2024).

Kampanye Sendi kali ini bertemakan ‘Wani Hepi’. WaniHepi kali ini dilakukan oleh Sendi dengan cara berkumpul bersama ratusan warga.

Wani Hepi ini pun merupakan cara baru Sendi untuk berkampanye selain kegiatan Bareng Sendi Ontrog Kota (Basoka).

Di kawasan Bubulak, Sendi yang di Pilwalkot nanti berpasangan dengan Melli Darsa, dikerubungi oleh emak-emak.

Mereka pun kompak berpose salam satu jari bersama Sendi.

“Sendi Melli menang, menang, menang,” teriak emak-emak itu.

Di hadapan emak-emak itu, Sendi berjanji akan menjalankan beberapa programnya jika terpilih nanti.

Mulai dari program seragam gratis kepada sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK di Kota Bogor.

Adapun, diberikannya seragam secara gratis bertujuan agar para siswa siswi semakin bersemangat menimba ilmu di sekolahnya

"Jadi misalnya kalau SD berarti seragam putih merah gitu, biru putih, abu putih itu yang seragam dasar. Memang kelihatan sepele tapi kalau itu dikasih, mudah-mudahan bisa jadi bersemangat untuk belajarnya," kata Sendi.

Selain program seragam gratis, Sendi juga punya program subsidi sekolah dengan anggaran 100 juta pertahun.

Subsidi 100 juta pertahun ini harus dilakukan sebab Sendi menilai banyak sekolah di Kota Bogor yang kondisinya memprihatinkan saat ini.

Dengan 100 juta ini sekolah yang kondisinya memprihatinkan itu bisa diperbaiki.

"Jadi kita sediakan Rp100 juta per tahun. Boleh untuk memperbaiki kelas, lapangan upacaranya, buat MCK juga boleh. Yang penting perawatan sekolah aja," tambahnya.

Untuk sekolah swasta, sambung Sendi, masih bisa menerima subsidi itu asalkan melalui mekanisme pengajuan dana hibah.

"Kalau swasta mekanismenya memang harus mengajukan hibah. Proposalah istilahnya gitu kan dari yayasan baru mengajukan dan bisa pencairan," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved