Info Mayapada Bogor

Sering Tak Disadari, 8 Keluhan Ini Bisa Menjadi Tanda-tanda Stroke, Kenali Juga Faktor Risikonya

Tanpa disadari, beberapa keluhan bisa menandakan gejala stroke ringan. Untuk itu penting melakukan penanganan dini untuk mengurangi komplikasi lain.

|
Editor: Tsaniyah Faidah
Freepik
Terdapat dua penyebab utama stroke, yakni sumbatan (infark/iskemik) dan perdarahan (hemorrhage). Kenali tanda-tandanya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Beberapa keluhan bisa menandakan gejala stroke ringan namun tidak disadari.

Padahal, stroke merupakan keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penanganan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya.

Dokter Spesialis Neurologi yang berpaktik di Mayapada Hospital Bogor, dr. Lydia Agustina, Sp.S, Msi. Med mengatakan terdapat dua penyebab utama stroke, yakni sumbatan (infark/iskemik) dan perdarahan (hemorrhage). 

Stroke infark merupakan jenis stroke terbanyak, terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah otak atau leher yang menyebabkan aliran darah ke otak berkurang drastis. 

“Stroke perdarahan terjadi ketika pembuluh darah pecah, terjadi akibat berbagai macam kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah,” jelasnya.

Dokter Spesialis Neurologi yang berpaktik di Mayapada Hospital Bogor, dr. Lydia Agustina mengungkap tanda-tanda stroke.
Dokter Spesialis Neurologi yang berpaktik di Mayapada Hospital Bogor, dr. Lydia Agustina mengungkap tanda-tanda stroke. (Mayapada Hospital Bogor)

Lantas, apa saja gejala stroke?

Stroke ditandai dengan timbulnya deficit neurologis mendadak, seperti :

  • Kesulitan berbicara  dan kesulitan memahami perkataan orang lain (afasia).
  • Kelumpuhan, kelemahan, atau mati rasa pada satu sisi. Misalnya mulut jadi mencong ke satu sisi, kesulitan menggerakan tangan dan kaki satu sisi.
  • Gangguan artikulasi (bicara jadi rero atau tidak jelas)
  • Kesemutan atau nyeri pada satu sisi anggota gerak
  • Gangguan penglihatan atau lapang pandang di salah satu atau kedua mata.
  • Gangguan keseimbangan dan kesulitan berjalan.
  • Nyeri kepala, kejang.
  • Penurunan kesadaran.

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke

Di antaranya hipertensi, diabetes mellitus, gangguan kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan riwayat penyakit stroke dan jantung sebelumnya atau pada keluarga.

Selain itu, dr. Lydia Agustina juga mengatakan, pola hidup juga memengaruhi risiko terjadinya stroke.

“Mulai dari kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang salah, minuman keras, dan merokok,” katanya.

Serta beberapa faktor lain yang berkaitan dengan stroke :

1.       Usia, terutama di atas 55 tahun.

2.       Jenis kelamin, laki-laki lebih berisiko terserang stroke dibandingkan perempuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved