Viral di Medos

3 Hari Tak Makan, Tangisan Kakek Penjual Kue Putu Tak Terbendung, Ada Mimpi yang Belum Terwujud

Air mata seorang kakek penjual kue putu jatuh berderai saat menceritakan kerasnya kehidupan.

Tayang:
Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Kakek yang menangis itu bernama Mbah Sabar. Dia berusia 78 tahun dan biasa menjual kue putu di Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Air mata seorang kakek penjual kue putu jatuh berderai saat menceritakan kerasnya kehidupan.

Kakek yang menangis itu bernama Mbah Sabar. Dia berusia 78 tahun dan biasa menjual kue putu di Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat.

Meski memiliki nama Sabar, tapi kakek tersebut tak kuasa menahan beratnya beban hidup yang membuatnya menangis.

Mbah Sabar menangis menahan lapar yang telah dirasakannya selama 3 hari.

"Kemarin 3 hari tidak makan, sungguh," ucapnya dilihat TribunnewsBogor.com dari akun medsos partnersingoodness, Rabu (6/11/2024).

"Makanya kalau ditanya kadang suka sedih," sambungnya.

"Karena sedihnya gak makan," ungkap mbah Sabar.

Setiap hari, Mbah Sabar harus memikul gerobak dengan berat hampir 70 kilogram berisi peralatan dan bahan bahan kue. 

Tak banyak yang didapat dari berjualan kue putu

Meski demikian tubuhnya yang sudah renta tetap harus menghidupi keluarga.

Mbah Sabar bahkan masih berkeinginan untuk mengirim penghasilannya untuk istri.

"Sudah 3 bulan ini berusaha mengumpulkan duit agar bisa mengirimkan nya ke istri di kampung, namun baru mendapatkan Rp 150 ribu rupiah," jelasnya.

Mbah Sabar yang berjuang berjauhan dengan istri pun sering kali mengalami sakit yang menyiksa. 

Mbah Sabar menderita sakit ketika buang air kecil dan juga menderita gula darah dan harus minum obat setiap hari.

Kisah lain

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved