Breaking News

Sisi Lain Bogor

Sisi Lain Jalan Juanda Kota Bogor, Ternyata Pernah Ada Studio Foto Pertama dan Laundry Warga Eropa

Kawasan Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ternyata memiliki segudang cerita yang sangat menarik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat dan Dok Batarfie
Dokumen Studio foto pertama yang ada di Kota Bogor, dan suasana Mall BTM yang dahulu merupakan bangunan hotel Bellevue 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kawasan Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ternyata memiliki segudang cerita yang sangat menarik.

Kawasan yang sibuk setiap harinya ini, merupakan saksi sejarah berdirinya gedung-gedung yang sudah ada sejak jaman Hindia Belanda.

Gedung yang paling mencolok dan memiliki sejarah yakni Bogor Trade Mall (BTM). 

Usut punya usut, BTM yang ada saat ini adalah bekas Hotel Bellevue. Konon, Hotel Bellevue ini sudah ada sejak tahun 1856 dan menjadi tempat favorit Edward Douwes Dekker atau yang dikenal dengan nama pena Multatuli.

Namun, selain itu, ada satu bangunan lain yang menarik diulas ceritanya yakni studio foto pertama di Kota Bogor.

Pegiat sejarah Empang Bogor Abdullah Abubakar Batarfie mengatakan, dari beberapa literatur yang dimilikinya, studio foto itu bernama Atelier Thio Piek.

“Lokasinya ini tak jauh atau masih dekat dengan Hotel Bellevue (sekarang BTM),” kata Batarfie saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (6/11/2024).

Studio ini berdiri diperkirakan pada tahun 1920 silam dan eksis sampai tahun 1980-an.

Studio foto pertama itu terbilang elit pada zamannya. 

“Tapi bukan untuk memotret sepasang kekasih atau keluarga. Melainkan membuat foto hitam putih, untuk kebutuhan surat-surat identitas,” tambahnya.

Namun, saat ini, jejak studio pertama ini telah hilang.

Kawasan depan BTM kini digantikan ruko-ruko elektronik dan jajanan.

Selain studio pertama, di kawasan itu pun ada bangunan yang dijadikan sebagai Binatu atau Laundry.

“Di dekat Toko Hindia ada yang hampir berhadapan dengan Hotel Bellevue, ada wasserij atau lidah lokal mengucapkannya wasrey yaitu Binatu,” tambah Batarfie.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved