Rawan Polisi Gadungan, Warga Diminta Kenali Body Fit, Ini Ciri-cirinya
Maraknya polisi gadungan yang meresahkan membuat masyarakat patut waspada.
Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Maraknya polisi gadungan yang meresahkan membuat masyarakat patut waspada.
Beberapa oknum masyarakat memang sengaja memanfaatkan kewenangan yang dimiliki kepolisian untuk melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri.
Acap kali polisi gadungan mencari-cari celah untuk memeras warga yang melanggar aturan maupun warga yang sebenarnya butuh bantuan.
Tak sedikit polisi gadungan menjalankan praktik penilangan ilegal di jalan raya.
Seperti yang belum lama inio terjadi Tangerang, Banten.
Motor warga dibawa polisi gadungan atas dasar pelanggaran lalu lintas.
Mengantisipasi hal itu, warga harus mengetahui razia kendaraan yang resmi maupun ilegal.
Mengetahui ciri-ciri polisi gadungan rupanya sederhana.
Kasatlantas Polres Kota Tangerang, Kompol Ari Satmoko mengakui adanya kejadian tersebut.
“Memang akhir-akhir ini banyak ditemukan orang tak bertanggung jawab mengaku polisi dengan menggunakan seragam dan kelengkapan atribut yang mirip dengan polisi sesungguhnya,” ujarnya dikutip TribunnewsBogor.com dari Instagram TemanPolisi, Rabu (19/2/2025).
Namun demikian, ada beberapa ciri yang bisa mengindentifikasi polisi yang melakukan razia itu patut diduga gadungan.
Ciri-Ciri Polisi Satlantas Gadungan
Wakasat Lantas Polres Tangerang, AKP Rizqi M Fadhil memberikan ciri-ciri yang secara kasat mata bisa terlihat apakah seseorang itu patut diduga bukan anggota kepolisian, simak:
1. Body Fit
Menurut AKP Rizqi seluruh petugas kepolisian sejak masih dalam pendidikan selalu ditekankan kerapihan.
“Tidak ada anggota kepolisian yang menggunakan baju tidak sesuai dengan ukuran badannya. Biasa kami menyebutnya body fit,” jelas polisi yang pernah bertugas di wilayah Polda Sumatera Barat ini.
2. Tanda Atribut/Lambang Yang Salah Penempatannya
Petugas kepolisian selalu dilengkapi dengan atribut atau lambang yang menempel di pakaiannya.
“Misalnya, tanda kepangkatan, badge kesatuan, kopsteken,” sebut Kompol Ari.
Polisi gadungan di Bogor
Sementara itu, pria berinisial W mengaku sebagai anggota polisi pangkat Iptu dan juga anggota badan intelejen negara (BIN) diciduk tim buser Polresta Bogor Kota, Kamis (13/2/2025) di kawasan Stasiun Cilebut.
Ia ditangkap usai menipu beberapa orang warga Budi Agung Tanah Sareal, Kota Bogor dengan kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Polisi gadungan berinisial W ini pun sudah berada di Mako Polresta Bogor Kota.
Ia digiring dengan tangan diborgol oleh beberapa orang tim Resmob Polresta Bogor Kota.
Ia langsung digiring menuju ruangan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota.
Saat digiring, ia menggunakan pakaian polisi lengkap dengan pangkat balok 2 nya atau Iptu.
Kasat Reskrim langsung memeriksa berkas-berkas yang dimiliki oleh polisi gadungan ini.
W memiliki berkas sebagai anggota Bea Cukai, sampai Badan Intelejen Negara (BIN).
Selain itu juga, ada berkas W pernah bertugas keluar negeri.
Saat ditanya, W mengaku beberapa dokumen anggota kepolisiannya dibuat menggunakan mesin AI.
“Kalau foto itu saya buat pakai AI dan dokumen yang lainnya ngeprint sendiri,” singkat W kepada Kasat Reskrim.
Tak berselang lama, Ia langsung dibawa ke ruangan penyidik.
W terlihat sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.
Merugikan ratusan juta
Polisi gadungan berinisial WK (28) yang juga mengaku anggota badan intelejen negara (BIN) berhasil ditangkap Polresta Bogor Kota usai menipu warga Kota Bogor dengan total kerugian mencapai puluhan sampai ratusan juta rupiah.
WK yang berasal dari Sukabumi ini menjalankan aksinya dengan menggunakan seragam kepolisian.
Tidak hanya itu, dia juga membawa beberapa dokumen untuk meyakinkan korban.
“Agar si korban ini percaya, selain yang bersangkutan ini menggunakan seragam, ada beberapa foto dokumentasi dia mengenakan seragam-seragam, ada pengangkatan sebagai polisi juga,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho kepada TribunnewsBogor.com di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis (13/2/2025) malam.
Dokumen-dokumen itu sengaja dibuat sendiri oleh WK.
Bahkan, ia niat membeli seragam polisi lengkap dengan pangkatnya melalui online shop.
“Dokumennya dia buat sendiri. Lalu, ada juga dia buat menggunakan AI. Lalu untuk seragamnya beli di shopee,” ujarnya.
Saat ini, WK tengah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polresta.
| Bela Negara Lewat Ekonomi, PMPP TNI Gandeng SyaREA World Latih 500 Perwira |
|
|---|
| Wilayah Kecamatan Ciawi Pagi Ini Diguyur Hujan Ringan, Intip Prediksi Cuaca di Bogor Sampai Malam |
|
|---|
| Bukan untuk Demo, Pelajar di Kota Bogor Diamankan karena Bawa Celurit, Diduga Hendak Tawuran |
|
|---|
| Warga Nanggung Bogor Mulai Alami Kekeringan, Ibu-ibu Berebut Air Bersih Kiriman BPBD |
|
|---|
| Driver Ojol di Bogor Makin Tercekik, Harga Oli Mesin dan Kebutuhan Rumah Ikut Naik Seperti Pertamax |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Beberapa-oknum-masyarakat-memang-sengaja-memanfaatkan-kewenangan.jpg)