Ramadan 2025

Lupa Baca Niat Puasa Ramadan, Apakah Puasanya Sah? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya

Bagaimana jika lupa membaca niat namun sudah berpuasa di bulan Ramadan 2025 ini? Apakah puasanya tetap sah atau tidak?

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Serambi/Syamsul Azman, Canva.com, Istimewa
NIAT PUASA RAMADAN - Hukum puasa Ramadhan tapi lupa membaca niat. Soal ini dijelaskan oleh Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Niat puasa Ramadan menjadi syarat sah pelaksanaan puasa.

Namun, bagaimana jika lupa membaca niat namun sudah berpuasa di bulan Ramadan 2025 ini?

Apakah puasanya tetap sah atau tidak?

Ada banyak hal yang menyebabkan orang lupa membaca niat puasa.

Alasan lupa niat puasa yang paling sering terjadi adalah mengantuk dan kemudian tertidur hingga pagi hari.

Melansir tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan tentang perkara tersebut.

Buya Yahya mengungkapkan siapa saja yang berpuasa tetapi tidak mengucapkan niat dan tidak sahur, maka puasanya dianggap tidak sah.

"Bagi siapa pun yang tidak berniat di malam hari, tidak menginapkan niat di malam hari, dan juga tidak sahur, maka puasanya tidak sah menurut jumhur ulama," ujar Buya Yahya.

Landasan ketidaksahan ini juga bersandar pada keterangan hadits berikut,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).

Namun, Buya Yahya mengungkapkan pendapat lain menurut mazhab Imam Abu Hanifa.

Dalam sebuah tulisan, ada yang berpendapat bahwa ada fatwa yang sesuai yang kerap dialami oleh orang awam.

"Akan tapi kita ingat Sayyid Alwi Assegaf Mufti Makkah waktu itu menulis mengingatkan kita, untuk orang awam kita perlu memberikan fatwa yang paling sesuai dengan keadaan mereka," ujarnya.

Baca juga: Ramadhan 2025 - Resep Menu Sahur: Rolade Ayam Sosis, Lauk Praktis Nan Gurih buat Teman Makan Nasi

Buya mengatakan, apabila memang kasus orang tersebut benar-benar lupa, dan lupanya bukan karena disengaja. Maka orang tersebut boleh melanjutkan puasanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved