Banjir di Bogor
Seorang Warga Terseret Banjir Puncak Bogor, Tim SAR Cari Lewat Darat Air dan Udara
Sahat mengungkapkan, operasi pencarian dilakukan dengan penyisiran visualisasi darat, air, maupun pantauan udara.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Tim SAR gabungan sedang berupaya melakukan pencarian terhadap seorang warga yang terseret arus banjir bandang di kawasan Puncak Bogor.
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Sahat mengatakan pencarian pada hari ini dibagi ke dalam beberapa search rescue unit (SRU).
Sahat mengungkapkan, operasi pencarian dilakukan dengan penyisiran visualisasi darat, air, maupun pantauan udara.
"Untuk SRU kita mulai dengan 3 SRU dulu untuk penyisiran darat, kemudian penambahan SRU drone dengan SRU yang menggunakan rafting, total 5 SRU," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (3/3/2025).
Pencarian, kata dia, dilakukan hingga 8 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang di Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Sementara itu, dari pantauan TribunnewsBogor.com, saat ini tim SAR gabungan telah menyebar untuk mencari keberadaan korban.
"Untuk pencarian kita mulai dari titik LKP (Last Know Position) sampai dengan Bendungan Ciawi, kemudian memakai rafting mulai dari Lembah Nyiur sampai ke Cisarua Dalam kurang," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras mengguyur Kawasan Puncak tepatnya di Kecamatan Cisarua, Kabupatan Bogor pada Minggu (2/3/2025).
Akibat kejadian tersebut, seorang pria bernama Asep Mulyana dikabarkan hanyut terbawa derasnya arus saat banjir bandang melanda.
Korban yang diperkirakan berusia 59 tahun itu merupakan warga Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua.
Danki TRC BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Informasi ada korban jiwa terbawa arus, untuk korban satu orang di Citeko," ujarnya kepada wartawan, Senin (3/3/2025).
Jalaludin mengatakan saat ini tim SAR gabungan telah berada di lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.
Namun upaya pencarian harus tertunda karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga akan dilanjutkan pada pagi hari nanti.
"Informasi terkini dari teman-teman yang ada di lokasi pencarian dihentikan karena cuaca masih gerimis dan debit air masih tinggi, akan dilanjut esok hari," terangnya.
| Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Ugal-ugalan, Rudy Susmanto Cabut Kewenangan SKPD Keluarkan Izin |
|
|---|
| Saling Tunjuk Soal Hibisc Fantasy, Jaro Ade Pernah Pamer Wisata Puncak Bogor ke Demul: Akan Mendunia |
|
|---|
| Taktik Jitu Dedi Mulyadi Cegah Hujan Agar Tak Banjir Susulan, Bukan Cuma Bongkar Hibisc Puncak Bogor |
|
|---|
| TERUNGKAP Pemicu Warga Puncak Ngamuk di Tempat Wisata Hibisc Fantasy, Dedi Mulyadi Tegas: Bongkar! |
|
|---|
| Tak Puas Hanya Disegel, Masyarakat Puncak Bogor Ngamuk Robohkan Pintu Masuk Wisata Hibisc Fantasy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Proses-pencarian-korban-hanyut-di-Kampung-Pesanggrahan-Desa-Citeko-Kecamatan.jpg)