Viral Oknum Ormas Debat Panas dengan Pengusaha di Klapanunggal Bogor, Lamaran Pekerjaan Jadi Pemicu

Adu argumen antara anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, v

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Dokumen istimewa
ORMAS BERDEBAT - Potongan video viral anggota ormas berdebat dengan pengusaha di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor (istimewa) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNNEWSBOGOR.COM, KLAPANUNGGAL - Adu argumen antara anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.

Disebutkan bahwa pemicu situasi menjadi memanas yaitu karena ormas tersebut merasa tersinggung oleh ucapan lawan bicaranya.

Saat situasi mulai menanas, warga lain yang ada di lokasi kejadian pun langsung melerainya sebelum terjadi insiden yang lebih jauh lagi terjadi.

Sementara itu, Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri membenarkan adanya kejadian itu di wilayah hukumnya.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 18 Maret 2025 namun baru ramai di lini masa belakangan ini.

"Sebenarnya bukan ormas, jadi dia itu kan warga situ, memang dia ormas tapi dia atas nama warga di situ," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (26/3/2025).

AKP Silfi Adi Putri menjelaskan, insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antar kedua belah pihak.

Ia mengatakan pada saat itu anggota ormas tersebut sedang menanyakan tindaklanjut dari lowongan pekerjaan kepada pengusaha.

Wanita berpangkat balok tiga emas dipundak itupun menepis adanya narasi yang menyebutkan bahwa keributan dipicu terkait jatah tunjangan hari raya (THR) yang diminta oleh ormas tersebut.

"Itu antara pengusaha dengan warga. Bukan masalah THR ya, bukan, itu masalah lamaran pekerjaan," tegasnya.

Kendati demikian, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara musyawarah dan kedua belah pihak telah berdamai.

"Kalau ricuh kan sampai berantem ya, itu kan engga sampai berantem kok, dan hari itu juga di lokasi tersebut langsung diselesaikan oleh kepala desa terkait masalah tersebut," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved