ISI Pesan Kepsek Minta Ganti Rugi Meja yang Dirusak Murid Kelas 4 SD, Berani Bantah Bupati Lebak

ISI Pesan Kepsek Minta Ganti Rugi Meja yang Dirusak Murid Kelas 4 SD, Berani Lawan Bupati Lebak

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
TikTok SekilahLebak
KEPSEK MINTA GANTI RUGI MEJA - ISI Pesan Kepsek Minta Ganti Rugi Meja yang Dirusak Murid Kelas 4 SD, Berani Lawan Bupati Lebak 

Fifi bahkan berani juga membantah Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya.

"Gimana kalau anak ibu dibegitukan oleh kepala sekolahnya ?" tanya Hasbi.

"Saya mah sebagai ini siap saja kalau memang anak saya salah," kata Fifi.

Hasbi menegaskan mestinya sekolah tidak lagi membebani biaya pada murid dan orang tua.

"Bukan masalah anak ibu salah, secara anggaran itu gak boleh membebani biaya kepada murid dan orang tua murid, itu yang paling benar," katanya/

Walau begitu Fifi mengaku tidak memaksa orang tua mengganti meja kursi.

"Kita kan kalau itu ya Alhamdulillah gitu aja, gak maksa. Kalau dia keberatan ngomonglah ke sekolah gitu, jangan asal sepihak aja, saya gak enak," kata Fifi.

Hasbi juga mempertanyakan alasan Kepsek SD 2 Pasir Tangkil menuntut orang tua ganti rugi kursi meja yang rusak.

"Kenapa menuntut mereka mengganti ? kenapa ? tanya Hasbi.

Fifi beralasan untuk memberi efek jera agar tidak merusak meja kursi di kelas.

"Ya buat efek jera pak biar anaknya gak nakal," kata Kepsek.

"Atuh tinggal dikasih bu pelurusan, mereka kan kelas 4 SD," kata Hasbi.

"Saya sudah ke kelas sering menasehati udah ini lagi, tapi kenapa gak ke sekolah," kata Fifi.

Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan mestinya pihak sekolah yang mendatangi orang tua murid.

"Yang harus datang pihak sekolah pada orang tua murid, ini anak ibu perlu dinasehati, baik-baik sehingga tidak perlu ditulis di Grup WhatsApp kelas 4 Fase B, itu sama saja ibu mempermalukan dia," kata Hasbi.

Sementara Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hadi Mulyadi mengatakan peristiwa tersebut karan salah paham.

"Karena kepala sekolah mengimbau saja awalnya," katanya.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6w

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved