Jejak Soenarko Eks Danjen Kopassus yang Berani Sindir Kelemahan Prabowo, Pernah Ditolong Luhut

Jejak Soenarko Eks Danjen Kopassus Bocorkan Kelemahan Prabowo, Pernah Ditolong Luhut Era Jokowi

Tayang:
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Wikiedia/Tribunnews.com
KONFLIK SOENARKO DAN LUHUT - Jejak Soenarko Eks Danjen Kopassus Bocorkan Kelemahan Prabowo, Pernah Ditolong Luhut Era Jokowi 

"Di samping dia lemah mungkin dia juga punya kelemahan yang dipegang oleh kelompok-kelompok lain, kelompok Jokowi cs di dalamnya ada Luhut. Masalah apa ? Wah mungkin kita harus rembug dengan banyak orang, Tapi terlihat banyak hal yang membuat Prabowo juga tersandera," kata Soenarko.

Padahal menurutnya, Prabowo Subianto sebagai presiden memegang penuh kendali.

"Kalau tidak kan Prabowo kan orang nomor satu memegang otoritas di negara ini terutama di pemerintahan luar biasa. Lihat sekarang, dia masih belum mengambil tindakan terhadap pembantu-pembantunya titipan si Jokowi yang sudah tahu ini orang-orang yang boleh dikatakan punya catatan negatif tentang hukum. Gak perlu disebut lah. Di menteri kek, di kepala badan kek, aneh," kata Soenarko.

Baca juga: Eks Danjen Kopassus Ngamuk Maki-maki Luhut, Tak Terima Disebut Kampungan: Kau Penjilat dan Rakus

Profil Soenarko

Soenarko lahir di Medan pada 1 Desember 1953.

Dia lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 1978.

Soenarko pernah menjadi Komandan Grup 1 Kopassus dan Kepala Staf Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Ia dilantik menjadi Danjen Kopassus ke 22 pada September 2007.

lihat fotoSOENARKO VS LUHUT - Profil Soenarko, Eks Danjen Kopassus yang Sebut Luhut Penjilat dan Rakus, Ternyata Junior di TNI AD
SOENARKO VS LUHUT - Profil Soenarko, Eks Danjen Kopassus yang Sebut Luhut Penjilat dan Rakus, Ternyata Junior di TNI AD

Soenarko menjabat sebagai Danjen Kopassus sampai 1 Juli 2008.

Dia kemudian menjadi Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Aceh. Jabatan ini diemban Soenarko hingga 2009.

Jabatan lain yang pernah disandang Soenarko adalah Danrem 011/SNJ, Danrem 022 Dam-I/BB, Pamen Denmabesad. Paban 133/Biorg Sopsad, Pati Ahli Kasad Bidsosbud, dan Kasdif-1 Kostrad. 

Setelah menyelesaikan tugas di Aceh, Soenarko ditugaskan menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) hingga 2010.

Kasus Hukum

ia ditetapkan sebagai tersangka usai polisi menyita senjata milik anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hingga dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta.

Senjata tersebut didapatkan ketika Soenarko masih aktif di TNI. Ia sempat menyita 3-4 pucuk senjata api milik GAM. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved