Profesi Wadison Pasaribu, Suami Jago Akting Nangis Depan Jasad Istri, Libatkan Anak dalam Skenario

Profesi Wadison Pasaribu, Suami Akting Nangis Depan Jasad Istri di Banten,

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Facebook
PROFESI SUAMI YANG AKTING - Profesi Wadison Pasaribu, Suami Akting Nangis Depan Jasad Istri 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wadison Pasaribu begitu sedih ketika menangis di hadapan jenazah istrinya, Petry Sihombing. Padahal ia yang menghabisi nyawa sang istri.

Atas kesadisannya itu kita terungkap profesi Wadison, suami Petry.

Petry Sihombong dan suami tinggal di Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantakan, Kota Serang, Banten.

Ibu dua anak itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tengkurap dan tangan terikat di kamarnya pukul 05.00 WIB, Minggu (1/6/2025).

Sedangkan Wadison Pasaribu ditemukan dalam kondisi terikat dalam karung.

Petry tak bernyawa, sedangkan Wadison selamat dan dibawa ke rumah sakit.

Usai mendapat perawatan medis, Wadison Pasaribu kembali ke rumah.

Ia menangis histeris sampai tersedu.

"Kami tidak tahu itu tangis kesedihan, penyesalan atau sandiwara," kata kakak Wadison, Toni Lembas Pasaribu.

Wadison juga muram ketika prosesi pemakaman Petry Sihombing.

Sampai keluarga tersadar ketika mendengar keterangan berbelit Wadison di hadapan polisi.

"Saya dengar pelantat-pelintut," katanya.

Setelah diperiksa, Wadison Pasaribu meminta pulang ke rumah untuk bertemu kedua anaknya.

Baca juga: Curhat Pilu Anak Petry Sihombing Usai Lihat Sang Ibu Dibunuh, Berani Bongkar Skenario Keji Ayahnya

"Langsung meluk anaknya. Tidur sama mereka. Kecurigaan saya semakin memuncak," katanya.

Kemudian keluarga pun menginterogasi hingga Wadison mengaku perbuatannya.

"Kena prank semua," katanya.

Ia pun diserahkan keluarga ke polisi pada Selasa (3/6/2025).

Baca juga: Perintah Wadison Pasaribu ke Anak Usai Bunuh Istri di Banten, Akting dalam Karung Terbongkar

"Pelaku sudah diamankan tadi malam. Nanti kita rilis lengkapnya,” ungkap Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria.

Lantas apa profesi Wadison ?

Tetangga korban, Jansen Pasaribu bercerita bahwa Wadison Pasaribu memang jarang sekali pulang ke rumah.

"Suaminya jarang ada di rumah," katanya.

Pun dengan Siti Maryam yang mengatakan hal demikian.

"Jarang di rumah, bisa seminggu, dua minggu," katanya.

Kini diketahui bahwa profesi Wadison Pasaribu adalah pegawai bank keliling.

Dia bertugas keliling di Malingping, Lebak, Banten.

Tetangga korban bernama Siti Maryam menceritakan detik-detik kedok Wadison Pasaribu membunuh istrinya bisa terbongkar.

Ternyata kepada pihak kepolisian, anak korban sekaligus pelaku mengaku bahwa dirinya disuruh berteriak ke luar saat subuh.

Artinya di hari kematian Petry, tidak pernah ada perampokan.

"Awalnya itu si anaknya ngomong, kalau waktu dia keluar rumah minta tolong itu disuruh ayahnya," ungkap Maryam dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Banten.

Dari laporan anak korban itulah akhirnya tetangga menarik kesimpulan.

Bahwa kabar perampokan itu cuma akal-akalan pelaku.

"Kayaknya itu (Wadison) sengaja mengikat sendiri dalam karung, mengalihkan perhatian seakan-akan itu perampokan," pungkas Maryam.

Sementara itu, keluarga pelaku mengurai alasan kedok Wadison bisa terkuak.

Kata kakak pelaku, Toni Lembas Pasaribu, keluarga tak sadar dengan Wadison yang mengatur skenario sedemikian rupa untuk membunuh istrinya.

Sebab saat Petry dinyatakan meninggal dunia, Wadison meraung di depan jenazah sembari menangis.

"Kita tidak tahu itu tangis kesedihan, penyesalan, atau sandiwara," ujar Toni dikutip dari Kompas.com.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved