Breaking News

Belum Pernah Tersentuh, Pembangunan Jalan Malasari Bogor Jadi Kado untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Bogor telah memulai pembangunan akses jalan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Naufal Fauzy
Dok. Pemkab Bogor
PEMBANGUNAN JALAN - Penampakan pembangunan Jalan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor , Jumat (1/8/2025). Pembangunan akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi ini menjadi kado bagi warga Malasari. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MALASARI - Pemerintah Kabupaten Bogor telah memulai pembangunan akses jalan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Pembangunan akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi ini menjadi kado bagi warga Malasari.

Sebab, jalan yang membelah perkebunan teh tersebut belum pernah dibangun sejak pra-kemerdekaan.

Selama ini masyarakat di wilayah tersebut harus melewati jalan bebatuan yang membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

Sementara itu, proyek ini menelan anggaran sekitar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2025 dengan jarak 18,5 kilometer.

Pembangunan jalan yang belum pernah tersentuh ini ditargetkan sudah dapat dirasakan manfaatnya sedikit demi sedikit oleh masyarakat pada Agustus ini dan rampung pada akhir tahun 2025.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan pembangunan Jalan Nirmala dilakukan melalui mekanisme Karya Bakti TNI, bekerja sama dengan Kodim 0621 dan Korem 061.

Skema ini dipilih untuk mempercepat pelaksanaan, karena tidak memerlukan proses lelang atau penyusunan dokumen teknis detail (DED) yang memakan waktu.

Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur menjadi hal mendasar untuk meningkatkan aksesibilitas dan menggerakkan ekonomi lokal.

"Ini bukan soal pencapaian 100 hari kerja, tapi tentang menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Bisa dibayangkan, kalau ada yang sakit atau melahirkan di malam hari, butuh waktu lebih dari tiga jam ke rumah sakit dengan jalan rusak dan tanpa penerangan," ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Tahap awal pembangunan difokuskan pada pengecoran beton, kemudian jalan akan diaspal secara bertahap sambil dilakukan penataan drainase.

Rudy Susmanto juga memastikan bahwa pembangunan ini tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan. 

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak boleh mengubah fungsi hutan secara serampangan atau memicu ledakan sampah akibat perubahan aktivitas ekonomi.

"Jalan kami bangun untuk memudahkan akses masyarakat. Tapi kami juga mengingatkan, jangan sampai pembangunan ini merusak alam. Harus dijaga bersama agar tidak mendatangkan mudarat," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved