Dijadikan Lambang Kematian, Bendera Kuning Padahal Berasal Dari Dunia Pelayaran

Ada peristiwa meninggalnya seseorang, bendera (kertas) berwarna kuning berukuran kecil dikibarkan di sudut-sudut jalan menuju rumah duka.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
tribunnews
kediaman rumah duka ayahanda Sule 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Simbol tertentu dapat meggambarkan cara menyapaikan informasi.

Umpamanya, ketika ada peristiwa meninggalnya seseorang, bendera (kertas) berwarna kuning berukuran kecil dikibarkan di sudut-sudut jalan menuju rumah duka.

Baca: Ganti Pulpen Saat Tanda Tangani Perjanjian, Ternyata Ini Ketakutan Terbesar Kim Jong Un

Baca: Ucapan Selamat Idul Fitri yang Bisa Jadi Inspirasi, Ada yang Untuk Jomblo Juga !

Tetapi kenapa dipilih warna kuning, bukan warna hitam yang dikenal sebagai warna duka?

Penggunaan bendera sebagai sarana penyampaian informasi ini dipengaruhi oleh dunia pelayaran.

Setiap kapal yang berlayar di laut selalu dilengkapi dengan untaian bendera semboyan kapal (telegraphic signal flag) sebagai salah satu alat komunikasi internasional antarkapal.

Baca: Ucapan Selamat Idul Fitri yang Bisa Jadi Inspirasi, Ada yang Untuk Jomblo Juga !

Baca: Pulsa Rp 10 Ribu, Dapatkan Kuota Internet 30 GB Di Telkomsel, Begini Caranya!

Bendera-bendera itu dibuat dengan beragam motif dan warna.

Umumnya, warna untuk motif itu warna cerah seperti kuning, merah, biru, hitam, dan putih.

Bendera-bendera tersebut memiliki bentuk dasar persegi panjang dan segitiga.

Bendera persegi panjang menyimbolkan huruf (A - Z), bendera segitiga dengan ujung dipotong simbol dari angka (0 - 9), dan empat bendera segitiga penuh.  

Jadi, totalnya ada 40 jenis bendera semboyan.

Baca: TERPOPULER - Teringat Pemilu 1999, Yusril Tak Mau Ikut-Ikutan Manuver Amien Rais yang Ingin Nyapres

Baca: Pulsa Rp 10 Ribu, Dapatkan Kuota Internet 30 GB Di Telkomsel, Begini Caranya!

Dengan mengibarkan untaian bendera tersebut berdasarkan urutan huruf-huruf yang dimaksud, kapal dapat menyampaikan satu pesan pendek kepada kapal lainnya yang berlayar di dekatnya, dalam satu konvoi atau dalam satu armada.

Bendera semboyan tersebut digunakan pertama kali pada 1855.

Baca: Ucapan Selamat Idul Fitri yang Bisa Jadi Inspirasi, Ada yang Untuk Jomblo Juga !

Baca: Kapal Tenggelam di Makassar Diduga Kelebihan Muatan, Ternyata Kapal Milik Nelayan

Namun, baru pada 1857 sistem ini dipublikasikan pertama kali sebagai bendera semboyan kapal untuk pelayaran internasional dan Inggris.

Secara bertahap, bendera semboyan itu digunakan oleh pelayaran berbagai negara di dunia.

Revisi pada 1932 dipublikasikan sebagai semboyan visual dan radiotelegrafi dalam bahasa  Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Norwegia.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved