Bandingkan Pengakuan Keluarga ABK Kapal China dan Menlu, Sudjiwo Tedjo: Mengizinkan Tak Harus Tahu?

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: khairunnisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sudjiwo Tedjo dan Retno Marsudi

Jika kedua berita itu sama-sama benar, menurutnya bisa diambil kesimpulan kalau mengizinkan itu tidak harus mengetahui.

Tentu saja, hal itu hanya sindiran Sudjiwo Tedjo saja.

"Jika kedua berita ini benar, kesimpulannya:

Mengizinkan tidak harus mengetahui.

Kalau aku mengizinkan kamu memutuskan aku,

aku kan nggak harus tahu saat kamu bilang “Lo-gue end” ... betul?," tulis Sudjiwo Tedjo lagi.

Hal serupa juga dipertanyakan oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Minta Kasus ABK di Kapal China Diusut Tuntas, Yunarto Wijaya: Pak Jokowi Ini Sudah Keterlaluan

Kapten Kapal China Klarifikasi, Teman ABK Indonesia Ungkap Deret Perlakuan Miris: Duduk Pun Gak Bisa

Ia tak yakin dengan pernyataan Menlu Retno soal pemulsaran atas izin keluarga.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan kronologi kematian empat anak buah kapal ( ABK) Indonesia di kapal ikan berbendera China yang tengah menjadi sorotan pemberitaan media Korea Selatan.

Berdasarkan keterangan Retno, ada tiga ABK Indonesia yang meninggal dunia di kapal China dan dilarung ke laut. Sementara itu, satu ABK meninggal dunia di rumah sakit.

Retno mengatakan, tiga ABK Indonesia yang dilarung ke laut itu merupakan awak kapal dari Kapal Long Xin 629.

Pertama, ABK berinisial AR mengalami sakit pada 26 Maret 2020, kemudian dipindahkan ke Kapal Tian Yu nomor 8 untuk diobati di pelabuhan.

Namun, belum sempat menerima pengobatan, AR meninggal dunia pada 31 Maret 2020.

AR pun dilarung ke laut atas persetujuan keluarga.

Halaman
1234

Berita Terkini