Rupiah Anjlok tapi Mal Tetap Diserbu, Benarkah Indonesia Alami Lipstick Effect? Ini Kata Pakar
Istilah lipstick effect yang dikaitkan dengan kondisi perekonomian bangsa yakni masyarakat tetap meramaikan mal meskipun rupiah tengah anjlok.
Ia mencontohkan, setiap negara memiliki cara berbeda dalam menikmati gaya hidup.
“Ada negara lain yang masyarakatnya menikmati lifestyle dengan pesiar, mengunjungi museum, melihat air terjun, dan sebagainya,” tambahnya.
Di tengah pelemahan Rupiah, Eddy menyarankan masyarakat mulai membaca peluang usaha, terutama yang berorientasi ekspor.
“Baca peluang ekspor, fokus wirausaha di bidang-bidang berorientasi ekspor,” kata dia.
Selain itu, ia menilai peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan juga menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan masyarakat.
Menurut Eddy, kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh kecerdasan buatan atau AI akan semakin dibutuhkan di masa depan.
“Ke depan, kemampuan teknis akan banyak tergerus AI (machine learning), sehingga peran soft skills dan communication skills akan semakin penting,” jelasnya.
Sumber: Kompas.com
| Senyum Menkeu Purbaya Saat Rupiah Melemah, Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Aman |
|
|---|
| Harta Kekayaan Gubernur BI yang Diminta Mundur Oleh Primus Yustisio, Disorot Gara-gara Rupiah Anjlok |
|
|---|
| Rupiah Terus Anjlok, Purbaya Sebut Kondisi Indonesia Beda dengan Krisis 1998, Ini Alasannya |
|
|---|
| Disebut Presiden Prabowo Tak Pakai Dolar, Ini Dampak Rupiah Melemah Bagi Orang Desa |
|
|---|
| Melemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS Tak Berdampak ke Warga Desa ?, Pakar: Tak Sepenuhnya Tepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Diskon-bazar-di-Botani-Square-Mall-Jumat-362022.jpg)