Dinding Rumah Warga Sukamakmur Bogor Roboh Usai Kena Angin Kencang, Kini Terpaksa Pakai Terpal

Pemilik rumah juga terlihat memasang beberapa batang kayu untuk menahatan bagian atap yang dikhawatirkan ikut ambruk.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
BPBD Kabupaten Bogor
DINDING RUMAH RUSAK - Rumah warga di Kampung Jaura, RT 02/01, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor rusak setelah diterpa angin kencang. 
Ringkasan Berita:
  • Satu unit rumah di Sukamakmur, Bogor, hancur pada bagian dinding kamar dan dapur akibat diterjang angin kencang.
  • Kerusakan diperparah oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk serta konstruksi yang tidak memiliki tiang penyangga.
  • Lima penghuni terpaksa bertahan dengan dinding terpal karena bangunan masih terancam ambruk total.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rumah warga di Kampung Jaura, RT 02/01, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor rusak setelah diterpa angin kencang.

Rumah tersebut mengalami kerusakan berupa beberapa bagian dinding rumah yang roboh.

Dalam foto kondisi rumah pada Rabu (25/2/2026), terlihat sebagian dinding tembok rumah warga itu sudah jadi puing di tanah.

Kerusakan itu meninggalkan dinding rumah berupa lubang yang lebar.

Pemilik rumah juga terlihat memasang beberapa batang kayu untuk menahatan bagian atap yang dikhawatirkan ikut ambruk.

Untuk sementara pemilik rumah terpaksa mengandalkan terpal untuk menutup dinding hancur itu agar terhindar dari hujan.

Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, rumah itu rusak dikarenan hujan disertai angin dan konstruksi bangunan yang sudah lapuk dan tidak adanya slup penompang di setiap sambungan.

"Menyebabkan terjadinya satu unit rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding kamar tidur dan dapur," kata Adam dalam keterangannya.

Rumah tersebut juga masih terancam karena ditemukan retakan-retakan dinding dan patahan pondasi.

Rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga berjumlah lima orang.

Beruntung saat kejadian tidak menyebabkan korban jiwa.

Namun dikhawatirkan kerusakan bertambah jika kembali terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Kerusakan bangunan belum diperbaiki sementara ditutup oleh terpal," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved