Sedang Jadi Polemik, Begini Penampakan Tempat Perakitan dan Gudang Motor Listrik MBG di Bogor

Perakitan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dilakukan oleh PT. Adlas Sarana Elektrik.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
MOTOR LISTRIK BOGOR: Gudang penyimpanan kendaraan listrik untuk operasional MBG di kawasan Industri Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Senin (13/4/2026). 

Security tersebut mengatakan, kendaraan yang sudah dirakit akan dibawa ke gudang yang berada di kawasan Sentul.

"Jadi ada sebagian produksi nanti masuknya ke sana di Sentul, cuma kurang tau dimananya. Jadi barang-barangnya ada di sana semua. (di sini) Gudang engga, rakit cuma paling berapa unit," katanya.

Setelah mendatangi lokasi perakitan, TribunnewsBogor.com mencoba mencari keberadaan gudang motor listrik tersebut.

Gudang penyimpanan berada di kawasan Industri Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor tak jauh dari akses masuk Tol Jagorawi arah Jakarta.

Tempat penyimpanan kendaraan listrik tersebut cukup mudah ditemukan karena bangunannya ditandai dengan tulisan Emmo Electric Mobility. 

Namun pagar berwarna abu-abu dari bangunan tersebut selalu terutup rapat dan hanya dibuka apabila ada kendaraan keluar maupun masuk dari internal.

Dari luar pagar dapat terlihat deretan kendaraan baru yang masih terbungkus plastik berjajar rapi di samping gedung.

Terlihat ratusan kendaraan yang berderet tersebut memiliki warna biru telur asin yang identik dengan ciri khas BGN.

Akan tetapi, deretan kendaraan itu terhalang sejumlah kendaraan pribadi sehingga tidak dapat terlihat dengan jelas.

Pun begitu, jika diamati dari bentuk dan desain depan, kendaraan itu berjenis skuter matik sama seperti gambar yang banyak beredar.

Niat hati ingin melihat kendaraan kontroversial tersebut dari dekat, namun lagi-lagi sama seperti di tempat perakitan, awak media tidak diperkenankan memasuki area gudang.

Salah seorang pekerja menghampiri dan mengatakan bahwa kewenangan untuk memberikan izin berada pada tingkat manejemen.

"Enggak berhak kalau itu mah, manajemennya itu jarang kesini, adanya di Jakarta," katanya.

Pria paruh baya tersebut juga mengaku tidak mau mengambil resiko untuk mengizinkan awak media masuk karena khawatir mendapat teguran dari atasannya.

Laki-laki bertopi hitam itupun meminta maaf dan mengatakan hanya menjalankan tugasnya sebagai pegawai demi anak istri di rumah.

"Nanti dikhawatitkan kalau kita begini-begini kita kena SP repot, kita engga berani, kita juga nyari buat dapur, repot nanti kalau ada apa-apa," katanya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved