Ramai Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa, Rektor IPB University Tegas : Kami Tidak Mentoleransi
Ia menekankan bahwa IPB University berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Rektor IPB University menegaskan kampus tidak mentoleransi pelecehan seksual dan berkomitmen menciptakan lingkungan aman.
- Kasus melibatkan 16 mahasiswa dan 2 korban dari Fakultas Teknik dan Teknologi, yang sebelumnya sempat dimediasi tapi belum memenuhi rasa keadilan.
- Korban resmi melapor pada 15 April 2026, dan saat ini kasus masih diproses tanpa sanksi final.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual dalam grup chat mahasiswa yang terjadi di lingkungan akademiknya.
Ia menekankan bahwa IPB University berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual.
"Kami tidak mentoleransi dan menormalisasi segala bentuk kekerasan seksual dalam kondisi apapun," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Dr Alim Setiawan Slamet juga menyebut bahwa IPB University berkomitmen penuh untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus secara sistematis.
Ia memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan unsur mahasiswa.
Menurutnya, dalam setiap menangani laporan kasus pelecehan seksual, IPB University tidak hanya berfokus pada proses penegakan aturan.
Namun penanganan yang dilakukan juga mengedepankan pendekatan dialogis dengan mahasiswa sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan
"Kami berdiri bersama korban, melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika," katanya.
Sebagai informasi, dalam dugaan kasus pelecehan seksual ini melibatkan 16 mahasiswa dan dua korban dari Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University.
Peristiwa yang terjadi pada tahun 2024 itu sempat dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkat.
Namun, proses mediasi yang sempat dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan korban.
Korban kemudian melaporkan secara resmi kejadian ini ke Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University pada tanggal 15 April 2026.
Setelah laporan resmi itu diterima, kata dia, hari itu juga IPB University segera merespons dan memproses pengaduan tersebut.
Hingga saat ini proses penyelesaian persoalan tersebut belum selesai dan belum ada sanksi yang diberikan untuk para terduga pelaku.
| Pelaku Pelecehan di Grup Mahasiswa IPB University Ada 16, Kejadian 2 Tahun Lalu, Belum Ada Tindakan |
|
|---|
| Komitmen Transparan dalam Mengusut Dugaan Pelecehan Seksual, IPB University Libatkan Mahasiswa |
|
|---|
| Ustadz di Megamendung Bogor Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Lapor Polisi |
|
|---|
| Soal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa, Rektor IPB University Tak Beri Toleransi |
|
|---|
| Terungkap! Korban Pelecehan Seksual Grup Mahasiswa IPB University Ada 2, Terduga Pelaku 16 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ipb-againn.jpg)