Lengkap Sosok Pengintai, Penculik, dan Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, F Kasih Perintah Jarak Jauh

Lengkap, inilah sosok pengintai, penculik, hingga otak pembunuhan kepala cabang bank BUMN Ilham Pradipta. Sosok F kasih perintah jarak jauh.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Kompas.com, Instagram Hampradipta
PEMBUNUHAN KACAB BANK: Ilustrasi kolase lengkap, inilah sosok pengintai, penculik, hingga otak pembunuhan kepala cabang bank BUMN Ilham Pradipta. Sosok F kasih perintah jarak jauh. 

Dwi Hartono ternyata adalah pengusaha yang bergerak di banyak bidang.

Di antaranya Hartono memiliki perkebunan, usaha bimbel bernama Guruku.com, perusahaan teknologi dengan PT Hartono Mandiri Makmur (PT HMM), hingga memiliki beberapa cabang minimarket.

Punya banyak bisnis mentereng, jejak masa lalu Dwi Hartono ternyata suram.

Ayah tiga anak itu rupanya pernah dipenjara selama enam bulan di tahun 2012.

Dwi Hartono mendekam di bui karena kasus pemalsuan ijazah.

PEMBUNUHAN KACAB BANK: Foto salah astu aktor intelektual di balik kematian Ilham, Dwi Hartono. Inilah rekam jejak kelam Dwi Hartono, salah satu otak pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta. Ternyata Hartono dulunya pernah dipenjara.
PEMBUNUHAN KACAB BANK: Foto salah astu aktor intelektual di balik kematian Ilham, Dwi Hartono. Inilah rekam jejak kelam Dwi Hartono, salah satu otak pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta. Ternyata Hartono dulunya pernah dipenjara. (Instagram klanhartono)

Kasusnya bermula saat Dwi Hartono yang masih menjadi mahasiswa Kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah nekat menipu banyak orang.

Dwi Hartono menawarkan jasa kepada calon mahasiswa yang hendak masuk jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi.

Yakni Hartono menjamin mereka bisa lolos ke kampus impian dengan bantuannya.

Pria kelahiran 6 Oktober 1985 itu nekat mengubah nilai dan ijazah dari para calon mahasiswa tersebut.

Dwi Hartono bahkan juga memalsukan jurusan SMA kliennya yakni mengubah jurusan IPS menjadi IPA supaya bisa masuk kedokteran.

Dari aksi penipuannya itu, Dwi Hartono bisa mendapatkan uang Rp5 - Rp 10 juta untuk satu orang.

Kelicikan Dwi Hartono itu pun akhirnya ketahuan dan dilaporkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Taifuqurrachman.

Di tahun 2012 Dwi Hartono dilaporkan ke Polrestabes Semarang hingga diadili di PN Semarang.

Sosok pengintai

Berikutnya, klaster yang terkuak dalam kasus kematian Ilham Pradipta adalah klaster pengintai.

Pada Minggu (24/8/2025) polisi berhasil menangkap sosok tim pengintai yakni pria bernama Rohmat alias RS.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved