Kejanggalan Pengakuan Sopir Rantis Brimob yang Lindas Affan Kurniawan, Tak Peduli Mobilnya Nabrak

Ada kejanggalan dari pengakuan sopir rantis yang lindas Affan Kurniawan sampai tewas. Tak peduli mobilnya nabrak demi selamatkan rekannya.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Kolase Istimewa
PENGAKUAN SOPIR RANTIS - Pengakuan sopir rantis yang menewaskan Affan Kurniawan dinilai janggal. Ia mengaku tak peduli mobilnya menabrak demi menyelamatkan rekannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kendaraan taktis atau rantis yang melindas driver ojol, Affan Kurniawan, rupanya dinaiki oleh tujuh anggota Brimob.

Mobil rantis tersebut melindas Affan Kurniawan di depan Rumah Susun Bendungan Hilir (Rusun Benhil) II saat demonstrasi di depan Gedung DPR berlangsung ricuh.

Awalnya, aparat sedang menahan demonstran di area sekitar pom bensin di Pejompongan.

Pukul 19.25 WIB, mobil rantis tiba-tiba melaju kencang di tengah-tengah massa yang sedang berkumpul.

Saat rantis melaju, Affan Kurniawan menyebrang jalan lalu terjatuh.

Namun rantis yang dikemudikan anggota Brimob itu malah tetap melaju, menghantam dan melindas Affan Kurniawan yang terkapar.

Belakangan diketahui, adanya Affan Kurniawan di sana bukan untuk mengikuti demo.

Ternyata saat itu ia sedang mengantarkan orderan makanan untuk pelanggannya, namun malah dilindas rantis.

Sayangnya, nyawa Affan Kurniawan tidak dapat diselamatkan dan mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Usai menewaskan satu orang driver ojol, tujuh anggota Brimob yang membawa rantis tersebut diperiksa polisi.

Proses pemeriksaan itu ditayangkan langsung melalui akun Instagram Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, @divisipropampolri, Jumat (29/8/2025).

Terlihat di tayangan tersebut, mereka mengenakan kaus hijau bertuliskan 'titipan'.

Mereka duduk sejajar di hadapan polisi lain yang memeriksa mereka secara berbarengan.

Dalam tayangan, sopir rantis yang menabrak Affan Kurniawan membuat pengakuan.

Dia mengaku tak mengetahui yang ditabraknya adalah manusia.

Baca juga: Usai Sebut Rakyat Membabi Buta, Istri Polisi Asyik Main Padel Pakai Raket Harga Rp 5 Jutaan: Game On

Ia mengira, mobilnya melindas batu sehingga tak segar-segan untu melindasnya.

"Saat itu jalanan itu sudah banyak batu. Nggak bisa bedakan mana batu, pecahan yang tengah itu. Saya hantam aja," katanya.

Dia juga menjelaskan posisinya saat mengendarai mobil rantis tersebut di tengah kerusuhan demo.

Dalam pemeriksaan, ia menyebut tak memperhatikan kanan kiri saat membawa rantis.

Sehingga ia tidak melihat dan memperhatikan posisi orang-orang di sekitarnya.

"Saya tidak mengerti posisi orang, karena saya tidak memperhatikan orang kanan kiri," ujar pria tersebut.

Ia mengaku tidak melihat Affan Kurniawan di depannya karena situasinya saat itu sedang ricuh dan penuh asap.

Padahal, dia sendiri berucap hanya fokus melihat ke depan saat mengendarai rantis.

Baca juga: Tangisi Kematian Affan, Pasha Ungu Tetap Bela DPR RI, Ungkap Kerja Wakil Rakyat: Sampai Jam 12 Malam

"Asap itu penuh. Jadi, saya pakai lampu tembak, saya fokus ke depan," katanya.

Usai menabrak Affan Kurniawan, ia mengaku nekat menghantam karena takut dengan massa di sekitar.

Menurutnya, saat itu ia berada dalam situasi terjepit, sebab massa aksi sudah mengepung rantis dan melempari kendaraan dengan batu, cone block, hingga bom molotov.

Jika saat itu ia berhenti, seluruh anggota yang berada di dalam mobil disebut bisa menjadi korban amukan.

"Mobil kalau saya berhentikan, habis pak. Pasti habis karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai cone block, pakai bom molotov,” ujarnya.

“Saya harus berjuang terus, pokoknya harus selamat ini. Lima menit telat, habis kita pak. Soalnya massa sudah banyak gitu,” katanya.

Hingga akhirnya Affan Kurniawan terlindas rantis seberat kurang lebih 4,8 ton itu hingga tewas.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved