Bukan Sekadar Gelar, Kenali Tanda-tanda Jemaah yang Berhasil Raih Haji Mabrur
Untuk mencapai derajat ini, jemaah tidak cukup hanya sekadar hadir di Arafah atau mengelilingi Ka’bah.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Ibadah haji merupakan rukun islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial.
Ibadah yang digelar setiap bulan Zulhijjah di Mekkah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna ketaatan dan kesabaran.
Pada tahun 2026 ini, penyelenggaraan ibadah haji telah memasuki tahap pemberangkatan.
Hingga 23 April 2026, tercatat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan dari Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah dalam 25 kloter telah mendarat dengan selamat di Madinah.
Namun, di balik angka pemberangkatan tersebut, ada misi besar yang diusung setiap jemaah, yaitu meraih predikat Haji Mabrur.
Apa Itu Haji Mabrur?
Banyak yang bertanya, apa sebenarnya perbedaan antara haji yang sah dan haji yang mabrur?
Mengutip informasi dari BAZNAS, kata "mabrur" berasal dari bahasa Arab yang berarti kebaikan atau kebajikan yang diterima dengan sempurna.
Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang dirilis Kemenhaj 2026, para ulama membagi kualitas haji menjadi tiga kategori:
- Haji Mardud: Haji yang tertolak karena tidak memenuhi rukun dan syarat.
- Haji Maqbul: Haji yang sah secara syariat karena rukun dan syaratnya terpenuhi.
- Haji Mabrur: Haji yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan positif pada pelakunya.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga (HR. Bukhari).
Inilah derajat tertinggi yang membuat ibadah haji begitu istimewa karena diyakini dapat menghapus dosa-dosa kepada Allah (haqqullah).
Syarat Meraih Derajat Mabrur
Untuk mencapai derajat ini, jemaah tidak cukup hanya sekadar hadir di Arafah atau mengelilingi Ka’bah.
Ada beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi:
- Niat yang Ikhlas: Semata-mata karena Allah, bukan untuk mengejar status sosial atau pujian.
- Bekal Harta Halal: Biaya haji harus bersih dari sumber yang haram agar ibadah bernilai di sisi-Nya.
- Manasik yang Benar: Melaksanakan rukun dan wajib haji sesuai tuntunan syariat.
- Menjaga Lisan dan Perbuatan: Menghindari berkata kotor (rafats), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan (jidal) selama di Tanah Suci.
| Detik-detik Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Dilarikan ke RS, Istri: Sempat Muntah-muntah |
|
|---|
| Wali Kota Bogor Dedie Rachim Harap Masa Tunggu Ibadah Haji Dipercepat, 29 Tahun Terlalu Lama |
|
|---|
| Diduga Tawarkan Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap Aparat Arab Saudi |
|
|---|
| Bukan Sekadar Gelar, Ini Syarat & Tanda Haji Mabrur Menurut Kemenhaj 2026 yang Wajib Diketahui |
|
|---|
| Jemaah Umrah Asal Malang Tertahan di Mekkah, Patungan untuk Biaya Akomodasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ibadah-haji-di-mekkah.jpg)