Pekerja Muda Diminta Tak Takut Hadapi Perkembangan AI, Adaptasi Jadi Kunci Bertahan

Kehadiran artificial intelligence (AI) atau kercedasan buatan sering menghantui akan menggantikan manusia sebagai pekerja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Ist
NGOBROL PENGUSAHA MUDA - ‘Nyusu After Office’ bertema 'AI vs Humans: Who Stays Relevant?',  di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, belum lama ini. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kehadiran artificial intelligence (AI) atau kercedasan buatan sering menghantui akan menggantikan manusia sebagai pekerja.

Data survei 2023 BCG/The Network/Stepstone Group menunjukkan 78 persen pekerja Indonesia percaya AI akan mengubah pekerjaan mereka, sebanyak 40 persen memperkirakan dampaknya signifikan terhadap peran dan fungsi kerja.

Edward Santoso (AI-Driven Business Practitioner dan CEO the7percent.co) mengatakan AI sebenarnya tidak perlu dirumitkan dan dianggap kompleks.

"Aku selalu bilang, kita tidak perlu merumitkan AI. Kitan enggak perlu membuat AI itu subyek yang kompleks," kata Creator Content, Edward Santoso dalam acara ‘Nyusu After Office’ bertema 'AI vs Humans: Who Stays Relevant?',  di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Edward Santoso mengatakan AI pada dasarnya adalah agen manusia. Hanya saja, AI lebih efisien.

"AI agent is basically human agent. It's just more efficient," kata dia.

Topik mengenai AI vs Manusia sengaja diangkat karena topik yang saat ini sangat dekat dengan kehidupan pekerja muda Indonesia.

Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang rasa takut tertinggal, tekanan untuk terus berkembang, dan pertanyaan besar yang kini sering muncul di kepala banyak orang: “Kalau AI semakin pintar, manusia masih punya value apa?”

Initiator Minutes of Manager Riska Putri mengatakan di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, manusia perlu beradaptasi dengan cepat.

Riska Putri mengingatkan orang yang paling cepat beradaptasi adalah bukan tentang ganti peralatan (tools).

"Orang yang paling beradaptasi bukan orang yang paling cepat ganti tools. Itu semua gue cobain. Menurut hemat saya, orang yang paling adaptasi adalah gimana cara connect-in the why with the tools," kata Riska

Riskan mengatakan AI boleh mengubah alur kerja (workflow) tapi pekerja yang adaptif tidak akan digantikan.

"AI boleh ngubah workflow, tapi nggak bakal gantiin peran kamu," kata dia.

Kemauan Belajar

Airlangga Aridharma (Creator @lokerserem) mengatakan keingintahuan dan kemauan adalah kunci di dunia digital.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved