Pekerja Muda Diminta Tak Takut Hadapi Perkembangan AI, Adaptasi Jadi Kunci Bertahan

Kehadiran artificial intelligence (AI) atau kercedasan buatan sering menghantui akan menggantikan manusia sebagai pekerja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Ist
NGOBROL PENGUSAHA MUDA - ‘Nyusu After Office’ bertema 'AI vs Humans: Who Stays Relevant?',  di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, belum lama ini. 

Dalam membuat konten misalnya, Airlangga Aridharma mengatakan sebenarnya kreator bisa memprediksi konten yang diproduksi akan ditonton orang atau tidak.

"Kita kan human punya empati ya. Kita tahu caranya, oh ini kayaknya nggak works nih. Oh ini kayaknya kontennya bakal kena. Kita jadiin formula. Kita bikin second brain. Sisanya tinggal multiple aja gitu," kata dia.

Airlangga mengatakan di era sekarang, semua orang punya kesempatan yang sama. Oleh karena itu, kreator harus selalu belajar.

"Sekarang yang dibutuhkan curosity dan kemauan untuk belajar karena seluruh orang di dunia ini starting poinnya sama," kata dia.

Berbeda dari seminar karier biasa yang terasa formal dan penuh teori, acara dikemas seperti social space modern untuk kalangan generasi produktif. 

Peserta datang setelah pulang kerja, pekerja bisa mendengar sharing session, hingga ngobrol santai dengan sesama profesional dari berbagai industri.  

Konsep ini menjadi menarik karena mencerminkan perubahan gaya hidup generasi sekarang. Networking bukan lagi soal tukar kartu nama kaku di ballroom hotel, tetapi tentang membangun koneksi yang lebih authentic, santai, dan relate dengan kehidupan sehari-hari

“Sekarang anak muda bukan cuma cari acara yang insightful, tapi juga yang nyaman secara emosional. Mereka ingin tempat untuk connect, recharge, dan merasa tidak sendirian menghadapi tekanan dunia kerja modern,” ujar Dhony Pratama selaku CEODhony Pratama, CEO Susu Mbok Darmi dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Banyak anak muda kini mulai lebih selektif memilih tempat nongkrong dan komunitas. Mereka mencari ruang yang bukan hanya seru untuk konten media sosial, tetapi juga bisa memberi value untuk pengembangan diri dan karier.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved