Ramadan 2026

Amalan Nuzulul Quran di Malam 17 Ramadan, Lengkap dengan Keutamaan dan Bacaan Doa

Simak sederet keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan kaum muslimin di malam Nuzulul Quran.

Editor: khairunnisa
Freepik
RAMADAN 2026: Ilustrasi Nuzulul Quran. Simak sederet keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan kaum muslimin di malam Nuzulul Quran. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak sederet keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan di malam Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi Umat Islam yang diperingati setiap 17 Ramadan. 

Momen ini diperingati untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Nuzulul Quran dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 185.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)." 

Sehubungan dengan itu, banyak masyarakat Muslim yang mulai mencari informasi kapan waktu Nuzulul Quran 2026?

Mengacu pada penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka 17 Ramadan bertepatan pada 7 Maret 2026 mendatang. 

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 1 Maret 2026, Cek Juga Jadwal Imsakiyah untuk Besok

Keistimewaan Nuzulul Quran

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan keistimewaan Nuzulul Quran

"Di antara peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan adalah peristiwa diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) sebagai wahyu utama," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (15/3/2025).

Peristiwa Nuzulul Quran bahkan secara tegas diungkapkan Allah Swt di dalam Al Quran mengiringi rangkaian ayat-ayat puasa. 

"Bila kita baca, rangkaian ayat-ayat puasa ini kita temukan dari ayat 183, 184, 185, 186 dan 187 pada Surat Al Baqarah. Penegasan ini (Nuzulul Quran) kita temukan di ayat pertengahannya yaitu 185," jeladnya. 

Allah Subhaahu Wa Ta'ala tegas berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (١٨٥) 

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." 

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved