Kasus Bripda Natanael Simanungkalit, Tewas Dianiaya Senior, Pelaku Terancam PTDH dan Pidana
Kasus kematian Bripda Natanael Simanungkalit di lingkungan Mess Bintara Muda Polda Kepulauan Riau (Kepri) memasuki tahap penyelidikan intensif.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus kematian Bripda Natanael Simanungkalit di lingkungan Mess Bintara Muda Polda Kepulauan Riau (Kepri) memasuki tahap penyelidikan intensif.
Peristiwa yang diduga melibatkan penganiayaan oleh senior ini kini ditangani secara serius oleh kepolisian, baik melalui jalur pidana maupun kode etik internal.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi pelanggaran hukum, termasuk jika dilakukan oleh anggota kepolisian sendiri.
"Kami akan proses sekeras-kerasnya dan tidak menoleransi pelanggaran hukum walaupun itu anggota kami sendiri," tegasnya.
Sekerasnya Apa yang terjadi dalam kasus ini?
eristiwa bermula pada Senin (13/4/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB di mess Bintara Muda Polda Kepri.
Bripda Natanael Simanungkalit dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
Kapolda mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
"Kejadiannya malam tadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kami mendapat kabar sekitar pukul 02.00 WIB dari Dirsamapta, dilaporkan ada seorang anggota yang meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya.
Setelah menerima laporan, Kapolda bersama jajaran langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan memulai langkah penanganan.
Dalam penyelidikan awal, polisi telah mengamankan satu terduga pelaku berinisial Bripda AS.
Ia diketahui merupakan anggota Ditsamapta sekaligus senior yang bertugas mengawasi personel junior di mess tersebut.
Selain itu, tiga anggota lain yang berada di lokasi kejadian juga tengah diperiksa untuk mengetahui peran mereka dalam peristiwa tersebut.
"Selain satu terduga pelaku, kami juga melakukan pendalaman terhadap tiga personel lain yang ada di TKP. Apakah mereka korban atau turut serta dalam peristiwa ini," kata Asep.
Bagaimana kronologi dugaan penganiayaan?
| Pria di Dramaga Bogor Aniaya Tante Gunakan Golok Hingga Luka-luka, Diduga Alami Gangguan Kejiwaan |
|
|---|
| 6 Tahun Tidak Ketahuan, Pencabulan Anak Oleh Ayah Kandung Terbongkar Berkat Chat WhatsApp |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Kutuk Pembunuh Pemilik Hajat Purwakarta, Keluarkan Ultimatum Maut: Musuh Bersama |
|
|---|
| Hubungan Terlarang 2 Lurah di Kota Kupang NTT, Babak Belur Usai Digerebek Suami Sah |
|
|---|
| Ribut Masalah Bayar Kopi Pangku, Pria di Lampung Tusuk Mami Eks Lokalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Suasana-penjemputan-jenazah-Bripda-Natanael-Simanungkalit-di-RS-Bhayangkara.jpg)