Curhat Lucinta Luna Beratnya Perjalanan Kembali ke Kodrat, Singgung Hujatan: Saking Banyak Dosaku

Dalam curhatannya, Lucinta mengungkapkan keinginannya agar masyarakat bisa memberikan ruang bagi dirinya untuk berproses.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase Istimewa
LUCINTA LUNA BERUBAH - Lucinta Luna menganggap langkah beraninya saat ini sebagai upaya untuk memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalunya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perayaan Idulfitri 2026 menjadi momentum yang sangat berbeda bagi Lucinta Luna.

Sosok yang selama ini dikenal publik dengan citra feminin tersebut mendadak mencuri perhatian setelah memutuskan untuk tampil mengenakan busana muslim pria, lengkap dengan peci dan sarung.

Langkah ini menandai awal dari upaya Lucinta untuk kembali ke identitas asalnya sebagai seorang laki-laki.

Transformasi tersebut tidak hanya terlihat dari pakaian ibadah yang ia kenakan, tetapi juga melalui perubahan fisik yang lebih maskulin.

Ia mulai bereksperimen dengan memotong rambutnya menjadi pendek mengikuti tren pria Korea.

Namun, transisi tersebut rupanya tidak semudah yang dibayangkan.

Alih-alih mendapatkan dukungan penuh, Lucinta justru harus berhadapan dengan gelombang komentar miring dari warganet.

Banyak pihak yang meragukan keseriusannya dan menganggap perubahan tersebut hanya bersifat sementara atau sekadar konten.

Menanggapi keraguan publik, Lucinta pun angkat bicara.

Melalui unggahan di Instagram Story pada Selasa (24/3/2026), ia menegaskan bahwa proses yang ia jalani membutuhkan keberanian besar dan tidak bisa terjadi secara instan.

"Kalo mau instan dalam 1 jam naik gojek aja ya. Pelan-pelan nyaliku ganti look cowok meski pake wig human hair. Awal-awal banget baru dicukur model laki Korea begini aja dihujat," ungkap Lucinta Luna.

Mencari Kedamaian di Tengah Tekanan

Dalam curhatannya, Lucinta mengungkapkan keinginannya agar masyarakat bisa memberikan ruang bagi dirinya untuk berproses.

Ia berharap bisa mendalami perannya saat ini sebagai "Mas Fatah" dengan tenang, tanpa harus terus-menerus dihadapkan pada kritik yang menjatuhkan mentalnya.

Bagi Lucinta, dukungan moral jauh lebih berharga daripada penilaian negatif.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved