Edan, Dibayar Rp 10 Juta, Susi 11 Kali Kawin Kontrak
Kawin kontrak sebanyak itu dilakukan Susi dengan sejumlah pria asal Timur Tengah.
Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Kebutuhan ekonomi kembali dijadikan alasan oleh Susi untuk secepatnya mendapatkan uang.
Kerasnya kehidupan di Jakarta dengan biaya hidup yang menurutnya tidak murah, membuat Susi memilih jalan pintas untuk mendapat uang.
Meski awalnya Susi menolak untuk terjun ke dunia hitam, namun akhirnya dia terlena dengan bujuk rayu dan iming-iming dari seorang
germo di bilangan Jakarta.
“Cari uang susah, mau ngelamar kerja tapi ijazah cuma sampe SD, siapa yang mau terima,” ucapnya.
Dibayar Rp 10 Juta
Hingga akhirnya, Susi pun mulai menggeluti dunianya sebagai istri kontrak dengan suami pria asal Timur Tengah.
Menurut Susi, turisasal Timur Tengah yang datang ke Indonesia khususnya di Jakarta, akan selalu mencari perempuan lokal untuk dijadikan istri, selama mereka menetap di suatu tempat di Indonesia mereka butuh pemuas seks.
“Tapi mereka nggak mau melacur, makanya mereka cari perempuan yang mau jadi istri sementaranya,” katanya.
Selain bayaran yang mahal dan tidak perlu repot menjajakan diri di pinggir jalan raya, Susi merasa kalau perbuatannya tidak melanggar.
Perempuan memiliki tinggi badan sekitar 156 centimeter ini, begitu marah saat disebut sebagai PSK .
Amil Palsu
Hanya dengan berbekal uang mahar antara Rp 2,5-3 juta, plus adanya saksi dan amil-sebutan untuk penghulu-, sah lah bagi turis Timur
Tengah itu tidur dengan wanita-wanita tersebut.
Padahal bagi warga pribumi, model perkawinan seperti itu jelas tidak sah.
Betapa tidak, amil yang disiapkan untuk mengawinkan warga Timur Tengah dengan wanita pribumi, kebanyakan amil palsu yang cukup dibayar Rp 250 ribu.
“Bagaimana kita bisa menyiapkan amil beneran, kalau tiba-tiba malam-malam turis Timur Tengah itu minta dikawinkan karena mereka
ingin berkencan dengan wanita disini. Yaa, akhirnya ngambil amil cabutan saja, kadang tukang ojek atau siapapun lah,” ujar Bakrie
(40), sebut saja demikian, salah satu pemuda di daerah Desa Tugu Utara yang kerap diminta untuk menyiapkan amil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kawin-kontrak-puncak-bogor_20151030_131608.jpg)