Ogah Berteman dengan Nenek, Inilah 3 Alasan Anak Muda Tinggalkan Facebook dan Twitter
Anak muda merasa canggung ketika orang tua, bibi, paman, atau bahkan nenek mereka meminta berteman di Facebook.
Kenapa kebutuhan media sosial anak muda bergeser?
Berdasarkan diskusi dan pengamatan Duncan terhadap 80 mahasiswa AS, ada tiga alasan "jujur" mereka meninggalkan Facebook dan Twitter.
Pertama, platform tersebut dianggap bernuansa tua.
Menurut Pew Research, 48 persen pengguna internet berusia di atas 65 tahun menggunakan Facebook.
Akibatnya, anak muda merasa canggung ketika orang tua, bibi, paman, atau bahkan nenek mereka meminta berteman di Facebook.
Ada perasaan tak bebas berekspresi, malu, dan kikuk.
Kedua, konten di Facebook dan Twitter akan tetap ada dalam waktu lama, bahkan bisa abadi.
Ingatkah bagaimana memalukannya postingan Anda lima tahun atau tujuh tahun lalu?
Ada foto-foto yang dulunya Anda anggap keren, lalu sekarang Anda berbalik mengutuk foto-foto itu.
Sayangnya, terlalu banyak foto yang telah di-tag ke akun Anda, pun foto-foto yang pernah secara sadar Anda bagi.
Perlu waktu untuk menghapusnya satu-satu atau menyembunyikannya.
Sementara di Snapchat, anak muda sengaja membagi hal-hal konyol untuk jadi bahan guyonan.
Toh dalam 24 jam konten itu akan hilang otomatis.
Ketiga, perusahaan cenderung mengecek media sosial sebelum menerima lamaran kerja seseorang.
Atas dasar itulah para remaja tak menghapus akun Facebook dan Twitter mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/facebook_20160217_092039.jpg)