Ogah Berteman dengan Nenek, Inilah 3 Alasan Anak Muda Tinggalkan Facebook dan Twitter

Anak muda merasa canggung ketika orang tua, bibi, paman, atau bahkan nenek mereka meminta berteman di Facebook.

Tayang:
Editor: Vovo Susatio
The Telegraph
Ilustrasi Facebook 

Lebih tepatnya, media sosial tersebut hanya dijadikan topeng pencitraan: tak perlu sering-sering diperbarui dan hanya digunakan membagi hal-hal yang sifatnya tak personal.

"Mereka sangat hati-hati mengkurasi konten pada profil publik Facebook atau LinkedIn," kata Duncan.

Ekspresi yang sesungguhnya tak ditunjukkan lagi lewat Facebook dan Twitter.

Hakikat media sosial yang sebenarnya disalurkan anak muda lewat Snapchat atau layanan-layanan sejenis.

Fenomena pergeseran ini punya implikasi beragam.

Paling signifikan bagi pengiklan dan orang tua.

Pengiklan yang berencana menyasar anak muda, tentu harus memiliki strategi khusus untuk menjangkau mereka.

Jika tumpuan harapan dialamatkan pada Facebook atau Twitter, strategi itu harus buru-buru dibenahi.

Bagi orang tua yang ingin mengontrol aktivitas maya anaknya, juga tak bisa lagi mengandalkan Facebook.

Sebab platform itu hanya "tameng" bukan "isi" diri anak sesungguhnya. (Fatimah Kartini Bohang/QZ)

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved