Awas! Ditemukan Menu Takjil Otak-otak Mengandung Borax di Kota Bogor

MN mengakui bahwa dikampungnya di daerah Ciamis penggunaan pijer dilakukan untuk membuat makanan kenyal.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Seorang pedagang otak-otak bakar terbukti menggunakan Borak/Pijer/Bleng. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Seorang pedagang otak-otak bakar terbukti menggunakan Borak/Pijer/Bleng.

Penggunaan borak/pijer/bleng pada otak-otak bakar buatan MN diketahui saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor bersama Badan POM dan Dinkes melakukan Sidak makanan di Jalan Bangbarung Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

250 biji otak-otak yang akan dijual untuk takjil tersebut disita oleh Disperindag karena terbukti menggunakan borak/pijer/bleng.

Saat ditanya oleh Disperindag tentang penggunaan Borak MN tidak mengakuinya.

Namun ketika Disperindag menyebut pijer, MN langsung mengakui bahwa ia menggunakan sedikit pijer.

"Saya, saya engak tau pak, saya pake Pijer enggak pakai Borak lihat saja pembuatannya enggak pakai Borak kok," ujar MN dengan wajah berkaca kaca yang tidak mengetahui bahwa Borak itu Pijer.


Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Namun karena sudah terbukti pihak Disperindag pun membawa otak-otak bakar tersebut.

"Awalnya bapak itu membuat sendiri otak-otaknya dan dia tidak mengakui jika menggunakan Borak tapi pas tadi saya tanya pijer kalian dengar semuakan Bapak itu mengakui menggunakan pijer," ujar Mangahit Kabid Perdagangan Disperindag Kota Bogor.

MN mengakui bahwa dikampungnya di daerah Ciamis penggunaan pijer dilakukan untuk membuat makanan kenyal.

Ia pun tidak mengetahui bahwa barang berbahaya tersebut adalah borak.

"Saya bener enggak tau, saya tinggal disini di Tanahbaru nah Pijer itu saya dapet waktu berada di Kampung katanya di televisi pakai pijer bisa bikin kenyal," ujar MN kepada TribunnewsBogor.com.

Alhasil yang tadinya niat mencari nafkah namun MN kini harus pulang dengan tangan hampa karena dagangannya disita petugas.

MN mengatakan ia membeli Borak/Pijer/Bleng di pasar di tukang bumbu masakan.

Harga satu renceng pijer berisi lima plastik kecil dihargai Rp 1500

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved