Awas! Ditemukan Menu Takjil Otak-otak Mengandung Borax di Kota Bogor

MN mengakui bahwa dikampungnya di daerah Ciamis penggunaan pijer dilakukan untuk membuat makanan kenyal.

Tayang:
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Seorang pedagang otak-otak bakar terbukti menggunakan Borak/Pijer/Bleng. 

Biasanya dalam satu adonan sekali berjualan MN menggunakan seujung jari kelingking pijer untuk dicampurkan ke dalam adonan otak-otaknya agar kenyal.

"Saya campur dikit banget agar kenyal aja, seujung jari kelingkinglah," ujarnya.

Pencampuran Borak/Pijer/bleng kepada makaman memang tidak menimbulkan penyakit atau resiko secara langsung.

Namun beresiko saat manusia sudah berumur di atas 30 tahun.

Kasi Kesehatan Lingkungan Farida Skm MKM Dinas Kesehatan Kota Bogor menyampaikan bahwa penggunaan borak akan berdampak ke depan dan akan menyerang ginjal dan bisa menyebabkan Kanker.

"Borak memang tidak langsung berdampak, tapi pada jangka panjang seseorang yang mengkonsumsi borak bisa terkena gangguan ginjal, kanker dan hati," jelasnya.

Dari hasil sidak yang dilakukan tadi sore, Lontong Sayur dan Otak otak terbukti menggunakan Borak.

Sedangkan makanan lainnya sudah diperiksa dan terbukti aman untuk di Konsumsi.

"Kita sudah periksa semua sample dan hasiknya otak otak dan lontong sayur terbukti menggunakan Borak," ujar Mangahit.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved