Lima Santri Ditahan, Ade Munawaroh Yasin Minta Polres Bogor Lakukan Mediasi (Lagi)

Kelimanya ditahan lantaran kasus pengrusakan dan penyerangan markas ormas di wilayah Ciampea, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Tayang:
Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh menerima petisi dari Ketua Presidium Santri Bogor Raya, Muhammad Muhsin, Kamis (16/2/2017) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yasin akan meminta Polres Bogor kembali melakukan mediasi terkait lima orag warga yang saat ini ditahan.

Kelimanya ditahan lantaran kasus pengrusakan dan penyerangan markas ormas di wilayah Ciampea, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

"Kami akan berkomunikasi dengan Polres Bogor langkah baik kedepannya itu seperti apa," ujarnya usai menerima Presidium Santri Bogor Raya di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, sebelumnya memang sudah dilakukan mediasi antara Polres Bogor dan para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Saat mediasi yang pernah dilakukan dulu kami belum tahu hasilnya gimana, makannya akan coba dimusyawarahkan lagi," kata dia.

Saat bertemu dengan para wakil rakyat di Kabupaten Bogor ini para ulama dan santri membacakan lima petisi,

1. Mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan tidak ada interpensi dan kepentingan politik.

2. Menolak paham Komunis dan penyebarannya di wilayah Kabupaten Bogor.

3. Menolak Kriminalisasi ulama dan Kiyai maupun aktivis islam dimanapun berada.

4. Meminta kepada pemerintah untuk menertibkan tempat-tempat maksiat dan warung penjual miras yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

5. Membebaskan tokoh ulama santri aktivis islam yang dalam proses penahanan Polres Bogor.

Mediasi antara anggota DPRD Kabupaten Bogor dengan perwakilan pendemo, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (16/2/2017)
Mediasi antara anggota DPRD Kabupaten Bogor dengan perwakilan pendemo, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (16/2/2017) (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Diberitakan sebelumnya, Ratusan santri dan santriwati yang tergabung dalam Presidium Santri Bogor Raya menggeruduk kantor Bupati, Hj Nurhayati, Kamis (16/2/2017).

Dalam aksinya para santri meminta bertemu dengan anggota dewan untuk menyampaikan sebuah petisi.

Aksi unjuk rasa digelar didepan pintu masuk Komplek Pemerintah (Pemkab) Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.
Para pendemo membawa spanduk yang berisi berbagai tulisan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved