Kecelakaan Tanjakan Emen Subang

Curhatan Kakak Korban yang Tewas di Tanjakan Emen, Momen Terakhir Kalinya Mengaji Bikin Sedih

"Dek, kenangan bersama kamu begitu menyenangkan. Kita begitu dekat. Bukan cuma aku yg ngajarin kamu, tp kamu juga banyak ngasih aku pelajaran"

Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Facebook
Athifa Syiameti Imanda (10), salah seorang korban tewas di Tanjakan Emen, Subang 

Kemarin guru ngaji kamu bilang ke aku, terakhir ngaji, kamu ga bergairah buat main sama temen kamu. Kata kak Enah (guru ngaji), kamu cepet banget belajarnya. Oiya, Al-Qur'an yg mau aku kasih buat kamu ini gimana dek? Aku gabisa nanya lagi, "Sekarang udh iqro brp? Gmn ngajinya?" terus kamu tanpa aku tanya juga laporan, "Kakak, aku udah iqro 6 kak!" dengan bahagianya laporan krn sebentar lagi bisa ikutan aku baca al-qur'an ya, gak lagi cuma mantengin kakaknya tilawah terus nanya2 ini cara bacanya gmn kak? Kakak lg baca yang mana?

Dek, kenangan bersama kamu begitu menyenangkan. Kita begitu dekat. Bukan cuma aku yg ngajarin kamu, tp kamu juga banyak ngasih aku pelajaran. Mungkin itu alasan kenapa Allah menghendaki utk aku di rumah saja mengurus segala persiapan kedatangan kamu untuk pergi selamanya. Mungkin Allah tau, aku gak akan sekuat papa, bunda, adik pertama (Annisa), dan adik kedua (Dika), untuk bisa membersamai melihat utuh tubuhmu yg sudah berpisah dengan ruhnya, menemani di ambulans, karena pas kamu sampai rumah, liat wajahmu saja aku udah gak kuat dek.

FB

Dek, sebenarnya pas bangun tidur tadi kakak masih berharap kejadian kemarin itu cuma mimpi. Tp pas aku keatas buat bangunin kamu sholat subuh dan siap2 sekolah, kamu gak ada di kasur ya. Kamu gak minta lagi, "Kak, tolong setrikain kerudung aku ya, udah aku idupin setrikaannya."

Dek, baru beberapa pekan yang lalu, aku berbicara tentang apa apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan Allah. Maka dari itu, Allah sangat berhak untuk mengambil titipanNya. Nanti kalau aku ngaku-ngakuin kamu sebagai milikku dan gak terima diambil sama Allah, bisa bisa Allah marah ya dek. Terus sekarang Allah langsung ngasih aku ujian praktiknya. Allah kayaknya mau verifikasi apa yang yang pernah aku ucapkan ya.

fb

Iya. Kamu pergi bukan karena nenek ngajak kamu jalan-jalan. Bukan karena yang dibilang mistisnya tanjakan emen. Tapi karena udah waktunya Allah ambil titipanNya, kamu."

Sebelumnya, ia juga telah memposting foto-foto serta video saat pemakaman adiknya.

Suasana haru tergambar saat pemakaman berlangsung di TPU.

"Jam 5 Pagi Ngetok-Ngetok Kamar Saya"

Puluhan korban kecelakaan bus maut di tanjakan emen, Subang dimakamkan hari ini Minggu (11/2/2018).

Total korban tewas diketahui berjumlah 27 orang akibat tragedi kecelakaan bus maut yang terajadi pada Sabtu (10/2/2018) kemarin.

Dari 27 korban tersebut, sebanyak 18 jenazah dikuburkan sekaligus di  satu lubang  liang lahat yang digali memanjang.

Baca: Sempat Kabur Karena Takut Dikeroyok, Penabrak Produser TV Menyerahkan Diri Usai Lihat Berita

Sisanya dimakamkan oleh keluarganya masing-masing. 

Mereka yang menjadi korban kecelakaan ditajakan Emen ini dimakamkan di Pemakaman Taman Legoso, Tangerang Selatan.

Makam selebar 20 meter dengan kedalaman 1,5 meter itu rupanya sudah dipersipakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved