Kecelakaan Tanjakan Emen Subang
Curhatan Kakak Korban yang Tewas di Tanjakan Emen, Momen Terakhir Kalinya Mengaji Bikin Sedih
"Dek, kenangan bersama kamu begitu menyenangkan. Kita begitu dekat. Bukan cuma aku yg ngajarin kamu, tp kamu juga banyak ngasih aku pelajaran"
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Baca: 5 Cerita Soal Laka Di Tanjakan Emen, Korban Selamat Lihat Mayat Bertebaran Hingga Tukeran Sopir Bus
Suara azan dari sanak keluarga di dalam liang kubur bercampur suara tahlil para pelayat menggema diarea pemakaman.
"La ilaha illa Allah, La ilaha illa Allah," terlantunkan berulang-ulang oleh seorang pelayat yang memegang payung di tangan kanan dan surat Yasin di tangan kirinya.

Sementara itu, Durahman, Camat Ciputat Timur, mengatakan makam ini dipersiapkan untuk korban meninggal yang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.
"Makam ini disiapkan untuk korban meninggal, namun jika ada keluarga yang ingin memakamkan sendiri akan kami persilakan," ujar Durahman seperti dilansir dari TribunJakarta.com.
Ia akan memisahkan makam korban meninggal berjenis kelamin pria dan wanita.
Sementara itu, ada perkataan yang dianggap janggal diucapankan salah satu korban sebelum meninggal dunia.
Baca: Mas Kamu Minum Susu Gemesku Ya?, Percakapan Pria dan Wanita Ini Bikin Heboh
Hal itu didengar langsung oleh kelurga korban sebelum seorang korban tewas yang bernama Aminah pergi untuk selama-lamanya.
TribunnewsBogor.com melansir dari Tribunnews.com, kedua mata Putri masih tampak merah ketika menceritakan tanda-tanda yang ia rasakan sebelum adik iparnya, Aminah wafat dalam kecelakaan bus maut di tanjakan Emen di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Ia mengungkapkan, sejak pagi, adik iparnya itu begitu semangat untuk mengikuti perjalanan wisata bersama rombongan dari Koperasi Simpan Pinjam Pratama, Pamulang, itu.
"Dari jam lima, dia udah ngetok-ngetok kamar bangunin saya udah rapi. Nyuruh bawa payung bawa sweater. Dingin katanya," kata Putri.

Putri juga menceritakan tingkah aneh adik iparnya yang tidak mau keluar rumah sebelum Putri membuka kunci pintu rumahnya.
"Udah tinggal berangkat doang, tapi masih nungguin saya buka pintu," kata Putri.
Selain itu, ia pun ingat ketika Aminah sempat mengatakan padanya kalimat yang ia anggap sebagai tanda-tanda kepergiannya untuk selama-lamanya.