3 Orang yang Tiba-tiba Diperiksa Polisi Pasca Teror Bom, Ada yang Diminta Pergi Dari Terminal
Malahan, ada juga pria bersarung dan baju koko yang dipaksa membuak kardus dan tas yang dibawanya.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
SAN berasal dari Kabupaten Ponorogo. Saat itu SAN berusaha kabur dari pesantren karena mengaku tidak betah.
"Rupanya dia kebingungan memilih bus saat di terminal. Dia mau pulang ke Ponorogo," tambah Ony.
Pihak Kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pengurus pondok pesantren.
SAN kemudian dikembalikan ke pondok pesantren.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menyayangkan, karena kejadian itu telah dipelintir menjadi isu yang sensitif.
"Tidak ada pengusiran perempuan bercadar," ucap Mustijat.
Mustijat berharap, masyarakat tidak mudah membagikan materi provokatif yang belum diketahui kebenarannya.
Lebih jauh, Mustijat meminta masyarakat tetap waspada, dan melaporkan setiap hal yang dicurigai ke polisi.
3. Wanita dan anak diperiksa polisi
Melansir Tribun Bali, Sempat viral di media sosial dan group WhatsApp terkait foto seorang perempuan bercadar bersama anaknya duduk di pinggir trotoar, sekitar kawasan Polda Bali, Senin (14/5/2018).
Foto ini menjadi viral lantaran muncul bersamaan dengan kondisi yang kurang kondusif dengan adanya sejumlah teror bom di Jawa Timur.
Sehingga membuat warga semakin meningkatkan kewaspadaan termasuk di Bali.
Namun, terkait foto yang beredar tersebut, pihak Polda Bali telah memberikan keterangan lengkap.
Dalam konferensi pers dengan wartawan sekitar pukul 15.00 di Polda Bali, Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Hengky Wijaya mengatakan tidak ada hal yang mencurigakan dari aktivitas perempuan bersama anaknya itu.
Kata dia, keduanya hanya singgah di tempat itu.
Mereka hanya duduk-duduk sambil menyantap snack dan minum air.
"Setiap orang yang melakukan aktivitas mencurigakan kita datangi dan temui. Namun jika tidak ada bukti yang mengarah ke arah pidana maka kita lepas kembali," sebut dia.
Terkait foto yang beredar di media sosial tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Wijaya mengatakan orang tersebut tidak melakukan aktivitas yang mencurigakan.

"Dia dan anaknya hanya duduk-duduk saja dan tidak ada aktivitas mencurigakan. Memang wajar kalau saat ini masyarakat jadi sangat waspada dan memberikan informasi kepada kami. Namun kami tegaskan tidak semua seperti itu," ungkal Hengky.
Ditanya apakah petugas juga melakukan penyisiran, Hengky menjawab tidak sampai pada tahap seperti itu.
Ia menjelaskan, pihaknya saat itu langsung memeriksa perempuan bersama anaknya itu.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan barang bawaan yang mencurigakan.
"Pihak kami tidak sampai melakukan penyisiran terkait hal itu. Dan ketika kami lihat dan diperiksa tidak bawa apa-apa. Dan pas kita wawancarai, dia dan anaknya hanya duduk di situ sambil makan snack serta minum," jelasnya.
Dia juga menyebut pihaknya hanya melakukan pencegahan.
"Jadi daripada kita kalah cepat maka lebih baik kita lakukan pencegahan. Setiap orang yang melakukan aktivitas mencurigakan kita datangi dan temui," terangnya.
Pihaknya mengaku sudah mengetahui identitasnya, namun belum bisa diungkapkan.
"Identitasnya ada, tapi teman-teman jangan terlalu mengerucut. Kami hanya meningkatkan kewaspadaan saja. ," jelasnya.
Kata dia data yang ada juga tidak bisa langsung dicocokkan dengan data-data yang ada.
"Jadi jangan sekarang datanya diminta dicocokkan sebagainya. Jadi tolong dipastikan informasi yang masuk jangan ditelan mentah-mentah dan dianggap benar. Pastikan dulu di sana informasinya dari mana, kalau kita menyebar hoaks sama saja menimbulkan keresahan di masyarakat," terang Hengky.
Kombespol Hengky Wijaya mengingatkan agar warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Tidak cepat percaya pada berita yang tersebar di media sosial.
Sementara itu, informasi yang diterima Tribun Bali dari Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat terkait perempuan berpakaian hitam beserta dua anaknya itu sudah tinggal selama sebulan di sebuah kawasan di Denpasar.
Anggota kepolisian juga sudah datang ke rumahnya.
"Dia baru tinggal sebulan. Sementara anggota saya sudah menuju ke sana tinggal tunggu Babin saja," ujarnya.
Hingga saat ini Bali masih siaga satu, pasca adanya ledakan bom di Jawa Timur.
Bahkan siang tadi sekira Pukul 12.00 Wita, Jalan Wr Supratman tepatnya depan Polda Bali sempat ditutup.
Puluhan anggota polisi dengan bersenjata lengkap bersiaga di depan Polda Bali dan Ditlantas Polda Bali untuk berjaga-jaga.
Menurut pantauan Tribun Bali dengan adanya keterkaitan ledakan yang lagi-lagi terjadi, maka polisi termasuk Polda Bali melakukan atensi ketat.
Siapapun yang masuk ke dalam wilayah Polda Bali diperiksa satu persatu.
Barang-barang bawaan seperti tas dan jaket.
Selain terlihat mengamankan beberapa lokasi jumlah petugas dan atensinya ditambah.
Para tamu maupun umat islam yang hendak melaksanakan ibadah shalat di Masjid At Taqwa Polda Bali semuanya dilakukan pemeriksaan.
Kendaraan, tas jaket semua diperiksa.
Petugas tampak menyuruh tamu sendiri untuk membuka isi tas dan kendaraan.
Setelah ditutup dari Pukul 10.00 Wita, Jalan WR Supratman kemudian dibuka kembali Pukul 12.30 Wita siang tadi.