Nasib 4 Anak Pelaku Bom Bunuh Diri, Tolak Doktrin Hingga Dijemput di Rumah Neneknya untuk Bunuh Diri
Dalam kejadian tersebut, ada empat anak yang selamat dari aksi bom bunuh diri meski mengalami luka-luka.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Saat itu, Roni mengaku melihat anak perempuan menangis dan menyangkut di motor bersama ibunya.
"Saya teriak, berdiri nak. Saya takut mobil yang terbakar meledak," jelas Roni.
"Saya langsung angkat anak itu," aku AKBP Roni Faisal Saiful Faton.
"Saya bopong, yang penting anak itu segera dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.

Baca: Polisi Temukan 54 Bom Pipa Siap Ledak Di Rumah Keluarga Bom Bunuh Diri Polrestabes Surabaya
Ditambahkan Rony, kondisi bocah kelahiran 2010 tersebut terluka dan berdarah akibat posisinya yang berada di belakang motor peledak.
"Luka berdarah semua. Meledak motor di depan, dia di belakang bersama ibunya. Kondisi ibunya meninggal," kata Rony.
Ia melihat anak tersebut tergeletak, namun kemudian tubuhnya bergerak dan mencoba bangun.
Seketika, kata Ronny tangannya lekas merangkul anak itu dan menggendongnya.
"Dia linglung berdarah-darah, luka. Saya pikir pingsan kok bangun saya ambil," terangnya.
"Posisi saya di depan samping. Saya langsung lari, panggilan hati," tambahnya.
Setelah itu, identitas pelaku yang meledakkan diri di Polrestabes Surabaya pun terkuak.
Mereka adalah Tri Murtiono (50), Tri Ernawati (43), yang mengajak anaknya yakni M. Amin Murdana (18), dan M. Satria Murdana (14).
AIS bocah perempuan yang selamat ini ternyata bernama lengkap Aisyah Putri (7).
Baca: Istri Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 di Sidoarjo Ternyata Bekerja di Kemenag
Sebelum aksi bom bunuh diri, ibu Ais, Tri Ernawati menyemputnya di rumah neneknya yang berada di Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Ahmad, pihak keamanan RT di Krukah Selatan, mengaku kenal dengan pelaku wanita yang kerap datang ke rumah ibunya.