Pengagum ISIS Aman Abdurrahman Gencar Propaganda di Web Khusus, Banyak Orang Terjebak Doktrinnya
Sejak mendirikan JAD pada akhir 2004 di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sudah banyak orang menjadi pengikutnya.
Penulis: Yuyun Hikmatul Uyun | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nama Aman Abdurrahman atau bernama asli Oman Rochman ini memiliki pengaruh yang sangat luar biasa.
Tak hanya karena ia merupakan pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD), tapi ia pun didaulat sebagai pemimpin ISIS Indonesia oleh pengikut setianya.
Sejak mendirikan JAD pada akhir 2004 di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sudah banyak orang menjadi pengikutnya.
Bahkan walaupun ia berada di penjara, pesona Aman Abdurrahman masih mampu menghipnotis.
Ia menggerakkkan pengikutnya untuk melaksanakan berbagai aksi teror dari dalam Lapas.
Baca: Usai Ajak Anak Pulang Kampung, Sophia Latjuba Berencana Nikmati Masa Tua di Jerman
Baca: Rekam Jejak Aman Abdurrahman, Si Pendiri JAD, Otak Berbagai Serangan Teror di Indonesia
Baca: THR dan Gaji ke-13 PNS Bakal Segera Cair
Terbukti, ia pun sempat mendanai kegiatan teroris di Aceh pada 2010.
Tak hanya itu, berbagai serangan teror di Indonesia yang terjadi pada rentang 2016-2017 , semuanya mengerucut kepada dirinya.
Beberapa diantaranya Bom Gereja Oikumene di Samarinda (2016), Bom Thamrin (2016) dan Bom Kampung Melayu (2017) di Jakarta, serta dua penembakan polisi di Medan dan Bima (2017).
Ia merupakan dalang dan otak dibalik serangkaian teror tersebut.
Baca: Sempat Berhenti Karena Tinta Habis, Pencetakan E-KTP di Disdukcapil Kota Bogor Dilanjut Bulan Ini
Baca: Boleh Makan Di Rangkaian Kereta, PT KCI Bagikan Takjil Di Enam Stasiun Pilihan
Lalu, kira-kira bagaimana cara Aman bisa menghipnotis sehingga beberapa orang rela lakukan aksi teror dengan tameng jihad?
Aman Abdurrahman ini rupanya pengagum ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah.
Aman disebut pernah meminta pemimpin Abu Baka Ba'asyir untuk berbaiat kepada ISIS saat di Nusakambangan, tapi ditolak oleh Abu Bakar Baasyir.
Saat itu, Aman masih menjadi pengikut Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir.
Namun usai permintaannya ditolak pemimpin pondok pesantren Ngruki, Solo, Aman mendirikan organisasi baru yang bernama JAD.
Baca: 5 Resep Aneka Olahan Es Teh Ini Cocok untuk Buka Puasa
Ya. ISIS diketahui kini terkenal sebagai teroris nomor satu di dunia yang paling bengis dan kejam.
ISIS menggantikan Al-Qaeda yang semakin melemah usai kematian pemimpinnya Osama Bin Laden.
Kepiawaiaan Aman dalam berbahasa Arab membuatnya semakin mudah untuk menyebarkan propaganda ISIS.
Baca: Usai Ajak Anak Pulang Kampung, Sophia Latjuba Berencana Nikmati Masa Tua di Jerman
Baca: Rekam Jejak Aman Abdurrahman, Si Pendiri JAD, Otak Berbagai Serangan Teror di Indonesia
Ia membuat sebuah situs web Millah Ibrahim dan menuliskan berbagai ajaran sesatnya guna menghasut sebagian orang yang masih buta pemahaman.
Laman tersebut disebut Aman sebagai buku seri tauhid.
"Beliau dengan kelompoknya punya website, namanya Millah Ibrahim," kata Solahudin, Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia.
Menurut Solahudin, laman tersebut merupakan milik Aman dan kelompoknya.
Namun seiring berjalannya waktu, kelompok setianya ini pun ikut menyebarkan tulisan tersebut.
Baca: Kalimat Suci Umat Islam Ada di Tutup Botol Bir Bikin Heboh, Ternyata Begini Asal Muasalnya
Baca: Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum: Ini Tidak Bijak
Dalam setahun bahkan tercatat ada 155 tulisan propaganda ISIS yang diunggah di situs web tersebut.
Melansir dari Kompas.com, Solahudin mengemukakan hal itu saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam persidangan Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).
"Saya pernah hitung, tahun 2013 mulai bulan November sampai tahun 2014 bulan Oktober, 155 tulisan propaganda ISIS dipublikasikan di website tersebut," kata Solahudin.
Tulisan-tulisan Aman tersebut, dalam dakwaan, disebut sebagai salah satu cara dia menggerakkan orang untuk melakukan aksi terorisme.
Baca: Keluarga 6 Polisi Korban Serangan Teroris di Mako Brimob dapat Bantuan Rumah dari Kapolri
Baca: Boleh Makan Di Rangkaian Kereta, PT KCI Bagikan Takjil Di Enam Stasiun Pilihan
Selain di laman Millah Ibrahim, tulisan-tulisan Aman juga banyak dipublikasikan di media sosial seperti Facebook.
Tulisan-tulisan Aman juga disebarkan di aplikasi percakapan Telegram.
"Paling tidak saya catat, 2016-2017 ada lebih dari 60 channel Telegram berbahasa Indonesia berafiliasi dengan ISIS," ucap Solahudin.
Kini, Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum.
Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/aman-abdurrahman_20180518_135554.jpg)