Ngaku Disuruh Aborsi oleh OGT, Begini Nasib Wanita Ini Usai Posting Capture Percakapan Pilot

Percakapan itu digadang merupakan perbincangan wanita pemilik akun dengan oknum pilot berinisial OGT.

Tayang:
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya

Akibatnya, Veli pun sempat mengancam OGT untuk datang ke kantornya, Garuda Indonesia.

Namun seperti tidak peduli, OGT malah tetap meminta Veli untuk melakukan aborsi.

Karena menurut OGT, dirinya akan bertanggung jawab dengan menikahi Veli asalkan ia menggugurkan kandungannya.

Berikut adalah isi percakapan via chat antara Veli dan OGT.

Chat Veli dan OGT
Chat Veli dan OGT (twitter)
Chat Veli dan OGT
Chat Veli dan OGT (Twitter)

Veli bukan cuma mendapat dukungan saja dari warganet.

Lewat cuitannya, Veli mengaku kini diserang oleh warganet yang berbeda pendapat.

Dan kini haters yang gatau apa apa mulai menyerang dan menyalahkan saya gpp kok, saya juga udah ngerasa bersalah & tidak ng blaming siapapun.

disini saya bukan cari popularitas,banci tampil,atau memanfaatkan kesempatan untuk menjadi artis karena semua ini terjadi tak terduga

OGT Dinonaktifkan

Manajemen Garuda Indonesia secara resmi menonaktifkan oknum pilot mereka yang diduga mem-posting pemberitaan tertentu mengenai terorisme, beberapa waktu lalu.

Keputusan tersebut dilakukan pada Jumat (18/5/2018) kemarin.

"Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (19/5/2018).

Selain menyelidiki seputar postingan yang dimaksud, Garuda Indonesia juga mencari tahu lebih lanjut apa hubungan antara oknum pilot itu dengan seorang perempuan yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Jika didapati bukti yang memadai, Hengki memastikan manajemen akan menindaknya sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan, sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika," tutur Hengki.

Hengki turut menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut yang berdampak pada ketidaknyamanan di masyarakat.

Dia memastikan, pihaknya akan terus memantau perilaku pegawainya dan terus mengingatkan untuk mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan posting-an di media sosial, terutama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved