Pengeroyokan Siswi SMP

Heboh Kasus Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Kak Seto: Tak Ada Pengeroyokan, Tak Sedahsyat Itu!

Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto ini memberikan tanggapan terkait kasus Audrey, siswi SMP asal Pontianak yang dikeroyok 12 siswi SMA

Heboh Kasus Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Kak Seto: Tak Ada Pengeroyokan, Tak Sedahsyat Itu!
kolase Youtube/Instagram
Kak Seto atau Seto Mulyadi dan #JusticefoirAudrey 

Berdasarkan informasi yang didapat Kak Seto dari kepolisian dan Rumah Sakit, kejadian sebenarnya tak separah itu.

Dia menyatakan bahwa perkelahian yang terjadi adalah satu lawan satu.

“Artinya terjadi yang satu mungkin membela diri, diserang lalu membela diri dan sebagainya, tapi bukan satu dikeroyok rame-rame,” beber Kak Seto.

Korban Pengeroyokan Siswi SMA di Pontianak Sudah Pulang dari Rumah Sakit

Setelah #JusticeForAudrey, Ramai Tagar #audreyjugabersalah, Guru Ungkap Sifat Asli Audrey di Sekolah

Setleah mendapatkan kebenaran ini, Kak Seto pun menyerukan masyarakat untuk cooling down.

"Sebaiknya kita cooling down, kita percaya sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. Pertama adalah kepolisian, kedua dari pihak Rumah Sakit, visum dan lain sebagainya," ujar Kak Seto.

Selain itu, Kak Seto mengingatkan bahwa ada UU yang mengatur kasus ini.

"Ada UU Sistem Peradilan Anak. Itu juga mengatakan kalau ada kasus kekerasan oleh anak dan sanksi pidanaya di bawah 7 tahun, maka itu dimungkinkan adanya diversi, Itu ada pertemuan diantara korban dan pelaku bisa diselesaikan secara damai tanpa harus ada pemenjaraan," tandasnya. (*)

UPDATE Kasus Audrey : Kejaksaan Pontianak Siapkan Diversi untuk Kasus Pengeroyokan Siswi SMP

Kejaksaan Negeri Pontianak Kalimantan Barat, tengah menyiapkan proses diversi untuk penanganan perkata Pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA.

Sebelumnya, upaya diversi yang digelar di kepolisian gagal.

Korban AD alias Audrey (14) tetap ingin melanjutkan penyelesaian kasusnya di pengadilan.

"Jaksa akan kembali mengupayakan diversi untuk kasus perundungan siswi SMP di Pontianak," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli, Senin (15/4/2019).

Namun demikian, upaya hukum diversi baru akan dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) meneliti dan meminta penyidik kepolisian melengkapi berkas perkara.

"Jika kasus telah mencapai P21 dan tahap II, maka kejaksaan akan mengupayakan kembali untuk proses diversi," ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait penanganan kasus Pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (15/4/2019).(KOMPAS.com/HENDRA CIPTA ) ()
Menurut dia, jika upaya diversi di kejaksaan berhasil, maka mereka akan mengusulkan ke Pengadilan Negeri Pontianak untuk membuatkan penetapannya.

a
Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait penanganan kasus pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (15/4/2019).(KOMPAS.com/HENDRA CIPTA )

Menurut Refli, kasus ini tidak seperti yang viral di media sosial.

Seperti misalnya Pengeroyokan dilakukan 12 orang dan perusakan di alat kemaluan korban.

"Karena mendengar itu (perusakan alat kelamin) sebetulnya siapapun merasa risih, tapi kenyataannya, tidak seperti itu,” tambahnya.

Kejaksaan juga telah melihat hasil visum.

Dan itu seperti yang telah diungkapkan oleh Polresta Pontianak.

Sebelumnya, Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, telah melimpahkan berkas perkara Pengeroyokan siswi SMP oleh geng siswi SMA ke Kejaksaan Negeri Pontianak, Jumat (12/4/2019).

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, penanganan perkara saat ini bukan lagi berada di kepolisian, melainkan sudah di kejaksaan.

"Pelimpahan berkas penyidikan ini dilakukan setelah tidak adanya titik temu antara pihak korban dan pelaku untuk melakui upaya diversi," ujarnya

Penulis: Uyun
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved