Pemilu 2019
Sejarah Quick Count Pertama di Indonesia: Awal Pemilu 2004, Sempat Diancam dan Hasil Memuaskan
Quick Count merupakan metode statistik untuk mengetahui hasil pemilihan suara dengan mengambil sampel di sejumlah tempat pemungutan suara ( TPS).
Rakyat diberikan kewenangan secara penuh untuk memilih langsung presiden dan wakil presidennya.
KPU ingin memberikan servis dan pelayanan terbaik kepada rakyat mengenai hasil Pemilu.
KPU juga sempat berjanji bahwa masyarakat dapat mengetahui hasil perolehan suara lengkap dalam waktu cepat melalui jaringan teknologi informasi pemilu.
Sejarawan Universitas Sanata Darma (USD) Silverio Raden Lilik Aji Sampurno memberikan penjelasan, jaringan internet dan telepon sudah ada, namun penghitungan cepat secara manual belum bisa maksimal.
"Jaringan internet dan telepon sudah cukup memadai, tetapi kenyatan di lapangan tak sesuai dengan jadwal," ujar Silverio kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019) malam.
Namun, ada rencana Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial ( LP3ES) melakukan penghitungan cepat atau metode Quick Count.
• Beda Pilihan Raffi Ahmad & Teuku Wisnu di Pilpres 2019, Tukar Cerita saat Bertemu Jokowi & Prabowo
• Instruksi SBY pada Kader Demokrat : Tak Terlibat Kegiatan yang Bertentangan dengan Konsitusi
Rencana lama
Sebenarnya, program ini sudah direncanakan oleh LP3ES sejak masa Pemerintahan Soeharto dan Orde Baru berkuasa, terutama 1990-an.
Namun, Quick Count baru terealisasi secara nasional pada Pemilu 2004.
Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 6 Juli 2004, LP3ES sebenarnya telah melakukan metode penghitungan cepat sebelum Pemilu 2004, namun dalam lingkup yang lebih kecil.
Hal ini dilakukan oleh LP3ES dengan melakukan penghitungan cepat untuk wilayah wilayah DKI Jakarta.
Ketika itu, mereka berhasil memprediksi secara cepat dan tepat perolehan suara PPP, Golkar, dan PDI-P.
Pada Pemilu 1999, LP3ES juga telah mencoba memprediksi penghitungan suara di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berbekal dari pengalaman lingkup tersebut, akhirnya mereka mencoba untuk melakukan perhitungan dalam lingkup yang lebih luas.
LP3ES juga melakukan kerja sama dengan The National Democratic Institute for International Affairs (NDI) atau organisasi internasional pemantau pemilihan umum yang berpusat di Washington, Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/quick-count-pilpres1.jpg)