Info Kesehatan
Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan, Ini Alasannya Menurut Kesehatan
Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkan dengan dua cara yakni sendawa dan kentut.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kentut dan Sendawa merupakan hal yang alami untuk terjadi.
Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk membuang gas, karena adanya anggapan tidak sopan.
Kentut dan Sendawa sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan-nahan Kentut juga bukan hal yang dianjurkan.
Meski tidak berakibat sangat fatal, tetap ada risiko yang harus ditanggung jika gas berlebih di saluran pencernaan tidak dibebaskan.
Sebelumnya, pernahkah bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi Kentut? Kentut berasal dari gas.
Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkan dengan dua cara.
• Tak Banyak yang Tahu, Tanaman Juga Bisa Kentut, Bagaimana Caranya?
• Reza SMASH Unggah Foto USG dan Perut Istri yang Membuncit, Pertanyaan Kapan Nikah Jadi Sorotan
Pertama, gas akan keluar melalui Sendawa. Kedua, gas akan keluar dengan cara Kentut yang keluar melalui anus.
Sendawa dan Kentut berasal dari kebanyakan menelan udara. Ketika kita sedang berbicara atau mengunyah permen karet, menelan udara berlebihan memang tidak dapat dihindari.
Ada juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan gas berlebihan. Makanan tersebut harus difermentasi sehingga menimbulkan asam dan gas.
Gas yang berlebihan terjadi ketika terperangkap di usus, sehingga menyebabkan perut kembung.
Pelepasan gas pada perut dikaitkan dengan jumlah gas pada usus, dan bergantung pada aktivitas motorik usus.
• Heran Sifat Paula Verheoven Berubah Sejak Dinikahi Baim Wong, Chelzea : Kau Buat Apa Kakakku Ini ?
• Facebook Akan Bayar Siapapun yang Bersedia Ponselnya Dilacak, Berminat ?
Ini bberapa alasan gas berlebihan terperangkap di dalam tubuh:
- Menelan udara, proses ini dipicu oleh perubahan otot yang mengontrol asupan udara. Kita mungkin memakan terlalu cepat dan tidak mengunyah makanan dengan sempurna, sehingga makanan sulit untuk dicerna.
- Akumulasi gas yang berbau, Kentut yang berbau disebabkan bakteri usus besar yang memproduksi gas selama fermentasi sisa makanan yang tidak diserap.
- Perubahan bakter, gas juga bergantung pada komposisi bakteri yang tinggal di dalam sistem pencernaan. Setiap orang memiliki komposisi bakteri yang berbeda-beda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-kentut_20160504_095710.jpg)