Breaking News:

Pilpres 2019

Hakim Masih Bacakan Putusan MK Atas Sengketa Pilpres, Analisis Mahfud MD : Mungkin Menolak

Kemudian menurut Mahfud MD dalil kuantitatif yang diajukan pemohon dalam sidang sengketa Pilpres 2019 sudah dianggap selesai

Kubu Prabowo-Sandi sebelumnya mengklaim adanya perbedaan perolehan suara versi mereka dengan KPU.

Tim Kuasa Hukum 02 Denny Indrayana Tidur di Sidang Pembacaan Putusan, Bangun Saat Hakim Bicara Ini

ILC Disinggung Dalam Pembacaan Putusan Sidang, Hakim MK Ucapkan Ungkapan Klasik di Dunia Jurnalistik

KPU menetapkan pasangan Jokowi-Ma’ruf berhasil meraih sekitar 85,6 juta suara (55,5 persen) suara, sementara Prabowo-Sandi hanya meraup sekitar 68,65 juta suara (44,5 persen).

Sementara Prabowo-Sandi meminta MK menetapkan hasil pemilihan presiden sesuai versi perhitungan mereka, yaitu Jokowi-Ma'ruf mendapat 63,57 juta (48 persen) dan pasangan Prabowo-Sandiaga 68,65 juta suara (52 persen).

Namun, MK menolak penghitungan suara versi paslon 02 itu.

"Dalil pemohon a quo tak beralasan menurut hukum," kata Hakim MK Arief Hidayat saat membaca pertimbangan putusan.

Dengan begitu, menurut Mahfud MD, masalah selisih angka penghitungan suara dianggap sudah selesai

"Yang kuantitatf yang menyebut angka selisih 52 dan 48 persen itu sudah dinyatakan dalil dan bukti yang dikemukan pemohon ditolak, itu udah selesai, " kata Mahfud MD

Dalil selisih suara itu ditolak, karena pemohon tidak bisa membuktikan

"Karena ternyata tidak bisa membuktikan formulir, dia hanya bisa membuktikan fotocpoy formulir, yang itu tidak jelas difotocopy darimana dari aslinya atau darimana,

sehingga itu dinyatakan tidak sah sebagai alat bukti sehingga tidak disandingkan dengan yang dimiliki KPU dan Bawaslu dan termohon langsung dinyatakan ini tidak bernilai,

Halaman
123
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved