Breaking News:

Niat Sholat Gerhana Bulan,Tata Cara Pelaksanaannya dan Doa Shalat Khusuf

gerhana bulan sebagian terakhir di tahun 2019 ini dapat diamati secara langsung dengan kasat mata di Indonesia loh!

Info Astronomy
ilustrasi gerhana bulan 

Tata Cara Pelaksanaan

Sholat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa.

Begitu pula pada rakaat kedua.

Bacaan Al-Fatihah pada salat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana Matahari tidak.

gerhana bulan total
gerhana bulan total (ist)

Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap rakaat, disunnatkan membaca yang panjang.

Hukum shalat gerhana adalah sunnah muakkad berdasarkan hadis Aisyah.

Rasulullah SAW dan para sahabat melakukan di masjid dengan tanpa azan dan ikamah.

Tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu

2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi

3. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, "Ash-salatu jaami'ah"

4. Niat melakukan shalat gerhana matahari atau gerhana bulan, menjadi imam atau makmum

5. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud

7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Surah Al-Fatihah kembali

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surah kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca Surah Yasin dan Surah Ar-Rahman, lalu rakaat kedua membaca Surah Al-Waqiah dan Surah Al-Mulk.

9. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah

Waktu Gerhana Bulan 

Gerhana Bulan Parsial akan terjadi Rabu (17/7/2019) dini hari, tepatnya mulai pukul 03.01 WIB sampai pukul 05.59 WIB.

Gerhana bulan Parsial adalah peristiwa langit yang terjadi saat sebagian wajah Bulan masuk bayangan umbra atau bayangan gelap Bumi.

Ketika peristiwa ini terjadi, sekitar 65 persen wajah Bulan terlihat berwarna merah, sedangkan sisanya akan terlihat putih seperti biasa.

Melansir situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04.30 WIB.

Meski terlihat di seluruh wilayah Indonesia, gerhana bulan Parsial ini memang paling baik diamati di wilayah Indonesia bagian barat.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian tengah, puncak gerhana terjadi pukul 05.30 WITA di saat Matahari sudah terbit.

Apalagi di wilayah Indonesia bagian timur, pukul 06.30 WIT kemungkinan besar Matahari sudah terbit dan langit sudah terang.

Peristiwa gerhana bulan Parsial ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

Namun, pengamatan dengan menggunakan teleskop akan lebih baik karena Bulan akan lebih jelas terlihat.

Melansir time and date, besarnya penumbra dari gerhana adalah 1,704. Total durasi gerhana adalah 5 jam, 34 menit.

Sementara durasi gerhana parsial adalah 2 jam, 58 menit.

Ini akan menjadi gerhana bulan terakhir tahun 2019.

Gerhana Bulan Sebagian Terjadi Rabu Dini Hari, Ini Tata Cara Shalat Gerhana

Menurut Eclipsewise , gerhana bulan berikutnya terjadi pada 10 Januari 2020, diikuti oleh tiga fenomena langit lainnya di tahun yang sama.

Dari sumber yang sama, gerhana bulan total berikutnya akan terjadi pada 26 Mei 2021 sedangkan gerhana bulan parsial berikutnya terjadi pada 19 November 2021.

Gerhana bulan Juli akan sepenuhnya terlihat di Afrika Tengah dan Timur, Eropa Timur, Asia Barat.

Eropa Barat dan Afrika Selatan dapat mengamati gerhana tepat setelah matahari terbenam (bulan terbit).

Australia, Asia Tengah dan Timur akan mengamati gerhana sesaat sebelum matahari terbit (moonset) Gerhana bulan Juli tidak akan terlihat di Amerika Utara dan ujung paling timur Asia.

Pesan Ustadz Abdul Somad

Terkait dengan fenomena alam gerhana bulan, Ustadz Abdul Somad sudah menyampaikan kepada umat muslim agar menyikapi gerhana dengan cara yang benar.

Menurut Ustadz Somad, peristiwa gerhana bulan bukan sesuatu yang baru.

Sejak berabad-abad tahun yang lalu, gerhana bulan mewarnai kehidupan manusia.

Bahkan pernah gerhana bulan terjadi bertepatan dengan anak Nabi Muhammad SAW bernama Ibrahim meninggal dunia.

Gerhana Matahari Tahun 2019 Terjadi Besok, Hanya Bisa Dilihat di Wilayah Ini

Saat itu putra Nabi berusia 18 bulan. Lalu, orang-orang mengatakan bahwa kematian anak Nabi itu membuat bulan bersedih.

Nabi Muhammad kemudian menegaskan bahwa terjadinya gerhana bukan karena anaknya meninggal.

"Tetapi itu tanda-tanda kekuasan Allah SWT. Ini murni karena kudrot, irodat, karena kemauan Allah SWT," kata Ustadz Abdul Somad.

Jangan kaitkan gerhana dengan dewa, setan, jangan kaitkan dengan kematian. 

Jangan kaitkan karena ada musibah. Tidak ada hubung kait sama sekali," tegas UAS.

Lalu apa yang harus dilakukan saat melihat gerhana? Apa yang harus dilakukan? 

Selain berdoa, laksanakan shalat gerhana bulan.

"Banyaklah berdoa kepada Allah SWT dan bertakbirlah," kata UAS.

Setelah itu, menurut Ustadz Abdul Somad adalah memperbanyak bersedekah.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Lafadz Niat Solat Gerhana Bulan, Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan dan Doa Sholat Khusuf

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved